Bandar Lampung (Lampost.co) — Keluarga pegawai koperasi asal Lampung Utara, Pandra Apriliandi, menjelaskan komunikasi terakhir almarhum sebelum menghilang.
Paman Pandra, Andi Haidar mengatakan, sebelum putus komunikasi, korban sempat memberikan kabar ke pacaranya, akan menagih piutang ke nasabah di Natar, pada 28 Juli 2025 malam.
Menurut Andi ketika berjumpa dengan nasabah, pelaku mengajak Pandra untuk mengambil uang. Dalam perjalanan, Pandra sempat melakukan video call dengan sang pacar.
“Pas habis video call, sang pacar tak bisa menghubungi korban. HP mati total. Karena curiga itu, terus mengontak saudara yang di Natar,” ujar paman Pandra, di RS Bhayangkara Polda Lampung, Kamis, 31 Juli 2025.
Ciri Fisik
Meski belum ada hasil penyelidikan dan pernyataan resmi, terkait jenazah di Desa Banjar Negeri, Kecamatan Natar, Kamis pagi, 31 Juli 2025 pagi, namun pihak keluarga menduga itu Pandra. Keyakinan tersebut berdasarkan ciri-ciri fisik dan pakaian.
“Kalau dari pakaian, cocok dengan yang Pandra pakai saat terakhir keluar rumah. Tapi saya pribadi belum lihat langsung jenazahnya karena masih di RS,” katanya.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari belum bisa memastikan jenazah tersebut adalah Pandra. Sebab, saat ini masih dalam proses penanganan dari kepolisian.
“Masih otopsi dulu,” katanya.








