Jakarta (Lampost.co) – Pendakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar akhirnya angkat suara terkait penangkapan sahabatnya, Onadio Leonardo, dalam kasus narkoba. Habib Ja’far mengaku terkejut mendengar kabar tersebut karena mengenal Onad sebagai pribadi positif dan pejuang toleransi.
Poin Penting
- Habib Ja’far menanggapi penangkapan Onad dalam kasus narkoba.
- Ia mengenal Onad sebagai pribadi positif dan pejuang toleransi.
- Habib Ja’far menyerukan kasih dan tanggung jawab secara seimbang.
- Ia menegaskan bahwa kesalahan tetap harus dipertanggungjawabkan secara hukum.
Menurutnya, sosok Onad yang ia kenal selalu menunjukkan semangat kebaikan dan keberagaman. Namun, ia juga menyadari bahwa setiap orang bisa memiliki sisi hidup yang tidak diketahui orang lain.
Baca juga : Onadio Leonardo Jalani Rehabilitasi Narkoba 3 Bulan, Ini Faktanya
“Aku kenal Onad sebagai saudara yang baik dan memperjuangkan toleransi,” ujar Habib Ja’far. “Tapi sisi lainnya aku tidak tahu. Makanya aku kaget,” lanjutnya.
Dalam perbincangan bersama Deddy Corbuzier di kanal YouTube milik sang host pada Rabu, 5 November 2025, Habib Ja’far menegaskan pentingnya bersikap seimbang. Ia menolak menghakimi, tetapi tetap menekankan tanggung jawab moral dan hukum.
“Kita tidak boleh menutup hati untuk memeluk orang yang salah,” ucapnya lembut. “Supaya dia bisa kembali ke jalan yang benar.”
Meski menyerukan kasih, Habib Ja’far juga menegaskan pentingnya keadilan. Ia menyebut bahwa setiap kesalahan harus dipertanggungjawabkan agar menjadi pelajaran berharga.
“Kita juga tidak boleh menutup mata terhadap kesalahan,” tegasnya. “Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya agar jadi efek jera.”
Pandangan moderat Habib Ja’far ini menuai apresiasi dari banyak pihak. Sikapnya dinilai mampu menyeimbangkan nilai kemanusiaan dan hukum. Ia berharap kasus Onad bisa menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Dengan pesan menyejukkan, Habib Ja’far kembali menegaskan bahwa kasih sayang dan tanggung jawab tidak boleh dipisahkan. “Kasih itu bukan berarti membenarkan salah. Tapi membantu agar seseorang kembali ke jalan benar,” tutupnya.








