• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 12/03/2026 10:36
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Hukum

Komnas Perempuan Beberkan Ekspansi Femisida dari Digital hingga Konflik Bersenjata

Muharram Candra LuginabyMuharram Candra Lugina
24/11/25 - 22:44
in Hukum, Humaniora
A A
Komnas Perempuan Beberkan Ekspansi Femisida dari Digital hingga Konflik Bersenjata

Ilustrasi. (freepik)

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co) — Komnas Perempuan mengungkap pola baru femisida yang berkembang melalui ruang digital dan wilayah konflik bersenjata. Temuan ini memperlihatkan kekerasan terhadap perempuan semakin kompleks dan bermigrasi ke ranah online sebelum berujung pada kekerasan fisik dan pembunuhan.

Poin Penting:

  • Komnas Perempuan menemukan 11 kasus femisida digital dalam satu tahun.

  • Relasi digital menjadi pintu masuk dominasi dan kontrol pelaku.

  • Daerah konflik meningkatkan risiko kekerasan dan pembunuhan terhadap perempuan.

11 Kasus Berbasis Daring

Komisioner Komnas Perempuan, Yuni Asriyanti, menyampaikan pihaknya melakukan pemetaan kasus melalui pemberitaan media selama periode 1 November 2024 hingga 31 Oktober 2025. Dari pemetaan tersebut, Komnas Perempuan menemukan 11 kasus femisida yang berkaitan dengan kekerasan berbasis daring atau relasi digital.

Menurut Yuni, relasi digital sering menjadi pintu masuk kekerasan. “Mulanya relasinya dari komunikasi daring. Lalu muncul kedekatan semu, koneksi cepat, dan pelaku mulai membangun kontrol,” kata Yuni dalam pelatihan media dan peluncuran buku di Jakarta, Senin, 24 November 2025.

Baca juga: Komnas Perempuan Ungkap Pelaku Femisida Mayoritas Pasangan Intim

Ia juga menjelaskan pelaku memanfaatkan interaksi digital untuk membaca kerentanan korban. Setelah itu, pelaku membangun dominasi dan penguasaan hingga relasi tidak seimbang. Proses ini menjadi awal indikator kekerasan yang berpotensi meningkat.

Eskalasi Kekerasan Setelah Bertemu Langsung

Komnas Perempuan juga mencatat pola berulang dalam kasus femisida. Setelah interaksi digital terbangun, pelaku dan korban bertemu di ruang privat, seperti losmen atau hotel.

Pada fase ini, menurut Yuni, terjadi eskalasi kekerasan fisik dan seksual sebelum berujung pada pembunuhan. “Pembunuhan karena menganggap korban tidak memenuhi ekspektasi pelaku,” ujar Yuni.

Pola tersebut menunjukkan relasi digital mempermudah pelaku mengendalikan korban sekaligus mengatur lokasi pertemuan yang tidak aman.

Temuan tersebut menegaskan meningkatnya risiko kekerasan terhadap perempuan di ruang digital. Komnas Perempuan menilai internet dapat memperluas jangkauan pelaku sekaligus mempersulit deteksi dini kekerasan.

Femisida di Daerah Konflik Bersenjata

Selain femisida digital, Komnas Perempuan juga menemukan femisida yang terjadi dalam konteks konflik bersenjata. Yuni mengungkapkan adanya kasus perempuan kombatan di Papua yang mengalami kekerasan seksual dari struktur kelompoknya sendiri.

“Dia menghadapi kerentanan ganda. Selain menjadi bagian dari kelompok bersenjata, ia juga mengalami kekerasan seksual,” kata Yuni.

Komnas Perempuan menilai situasi konflik menciptakan ruang kekerasan yang lebih brutal. Kondisi itu memunculkan anggapan lebih mudah untuk menaklukkan perempuan sehingga menjadi sasaran kekerasan, intimidasi, hingga pembunuhan.

Selain itu, mekanisme hukum biasa tidak dapat mengontrol tingkat kekerasan di daerah konflik bersenjata. Karena itu, femisida dalam konteks ini sering tidak terungkap secara cepat dan tidak mendapat penanganan memadai.

Tags: femisidafemisida digitalfemisida Indonesiakekerasan digitalkekerasan seksualkekerasan terhadap perempuanKomnas Perempuankonflik bersenjataperempuan kombatanrelasi digital
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni bersalaman dengan Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. Agus Fatoni mendapat amanah menjadi Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) masa bakti 2026–2031. Dok Kemenag

Presiden Prabowo Tugaskan Putra Lampung, Agus Fatoni jadi Pimpinan BAZNAS RI

byTriyadi Isworo
12/03/2026

Jakarta (Lampost.co) — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menetapkan dan menunjuk Agus Fatoni sebagai Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)...

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela membuka kegiatan Lampung Berhaji di Masjid Al-Bakrie, Bandar Lampung, Rabu, 11 Maret 2026. Dok ADPIM Lampung

Jihan Nurlela Ajak Masyarakat Rencanakan Ibadah Haji Sejak Dini

byTriyadi Isworo
12/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengajak masyarakat muslim untuk merencanakan ibadah haji sejak dini. Hal ini...

Kantor PTPN I Regional 7.

Gerebek Tambang Ilegal, PTPN I Regional 7 Apresiasi Polda Lampung dan Kodam XXI/RI

byNur
11/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)---– Manajemen PTPN I Regional 7 menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polda Lampung dan Kodam XXI/Radin Inten yang...

Berita Terbaru

film Danur (Prilly Latuconsina)
Hiburan

Prilly Latuconsina Siap Garap Proyek Horor Baru Usai Danur: The Last Chapter

byNana Hasan
12/03/2026

Jakarta (Lampost.co) - Aktris Prilly Latuconsina segera menutup babak penting dalam karier layar lebarnya. Setelah hampir sepuluh tahun, Prilly resmi...

Read moreDetails
Film Tunggu Aku Sukses Nanti

Sinopsis Film Tunggu Aku Sukses Nanti: Drama Keluarga Lebaran yang Menyentuh Hati

12/03/2026
Film agak laen

Agak Laen: Menyala Pantiku! Resmi Jadi Film Terlaris Sepanjang Masa di Indonesia

12/03/2026
Piche Kota Indonesian Idol

Piche Kota Eks Indonesia Idol Resmi Ditahan Kasus Pemerkosaan Siswi SMA

12/03/2026
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni bersalaman dengan Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. Agus Fatoni mendapat amanah menjadi Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) masa bakti 2026–2031. Dok Kemenag

Presiden Prabowo Tugaskan Putra Lampung, Agus Fatoni jadi Pimpinan BAZNAS RI

12/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.