• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 20/01/2026 06:38
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Humaniora

Pakar IPB Sebut Kayu Besar Saat Banjir Sumatra Indikasi Vegetasi Terganggu

Temuan pakar menguatkan peran manusia dalam bencana sehingga pengawasan, rehabilitasi, dan sanksi harus berjalan serempak.

Muharram Candra LuginabyMuharram Candra Lugina
05/12/25 - 23:38
in Humaniora, Nasional
A A
Pakar IPB Sebut Kayu Besar Saat Banjir Sumatra Indikasi Vegetasi Terganggu

Ilustrasi. (freepik)

Jakarta (Lampost.co) — Pakar kehutanan menyoroti temuan material kayu besar di lokasi bencana yang menguatkan dugaan keterlibatan manusia. Saat terjadi banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra membawa kayu besar.

Poin Penting:

  • Pakar IPB soroti kayu besar di lokasi bencana merupakan ulah manusia.

  • Hutan sehat menahan air hujan secara alami.

  • Pembalakan liar menurunkan kerapatan tajuk sehingga merusak vegetasi.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjanjikan evaluasi menyeluruh pascabencana di Sumatra dengan membenahi pengelolaan hutan dan pengawasan izin. Karena itu, Kementerian Kehutanan mempercepat audit lapangan untuk menelusuri pemicu banjir dan longsor di berbagai daerah.

Raja Juli menegaskan pembenahan tidak bersifat parsial, tapi evaluasi menyasar kebijakan, perizinan, dan pengawasan. Lingkup evaluasi mencakup hulu hingga hilir.

Baca juga: Kemenhut Cabut 20 PBPH dengan Luas 750 Ribu Hektare di Wilayah Banjir Sumatra

Gangguan Vegetasi

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University Prof Bambang Hero Saharjo menjelaskan temuan tersebut tidak sepenuhnya alamiah. Ia menilai kayu besar mengindikasikan gangguan vegetasi.

Menurut Prof Bambang, kondisi serupa pernah terjadi di Sumatra Utara. Saat itu, kerusakan hutan memperparah dampak hujan ekstrem.

Hutan Sehat Miliki Pertahanan Alami

Ia juga menambahkan hutan sehat memiliki sistem pertahanan alami yang bekerja melalui struktur vegetasi berlapis. “Air hujan tidak langsung jatuh ke tanah. Air lebih dulu pecah di tajuk,” kata Prof Bambang, Jumat, 5 Desember.

Selanjutnya, sebagian air mengalir melalui batang atau stem flow. Karena itu, laju air berkurang dan dapat menekan erosi.

Selain itu, tumbuhan bawah dan serasah menyerap air hujan sehingga dapat menjaga stabilitas tanah. Dengan mekanisme tersebut, hutan sehat menahan longsor dan dapat meredam debit banjir.

Vegetasi Terganggu Pembalakan Liar 

Prof Bambang menyebut sistem vegetasi bekerja menyeluruh mulai dari tajuk hingga lantai hutan, semua berperan. “Lapisan vegetasi adalah penyangga alami lingkungan,” ujarnya.

Namun, kondisi berubah saat pembalakan liar masuk yang menyebabkan kerapatan tajuk menurun tajam. Akibatnya, celah antartajuk melebar sehingga air menghantam tanah secara langsung. Akibat hantaman itu, erosi meningkat dan tanah pun mudah longsor.

Sinyal Kerusakan Vegetasi

Prof Bambang juga menegaskan tumbangnya satu atau dua pohon tidak berbahaya karena itu bagian dari siklus alami. “Paling satu atau dua pohon yang tumbang. Itu wajar,” katanya.

Akar pohon tua menjaga struktur tanah dan celah akibat tumbang segera terisi regenerasi. Sebaliknya, kerusakan besar mengubah lanskap sehingga kerentanan bencana meningkat tajam. Karena itu, kayu besar pascabencana bukan hal biasa.

Menurut Prof Bambang, itu merupakan sinyal kerusakan vegetasi. “Kayu besar adalah konsekuensi aktivitas manusia,” ujarnya.

Untuk itu, dia mendorong penindakan tegas terhadap pelanggar. Selain itu, harus mempercepat pemulihan hutan.

Tags: banjir longsor Sumatrabencana sumatrakayu pascabencanakerusakan hutanMenhut Raja Julipakar kehutanan IPBpembalakan liarpengelolaan hutanreboisasirehabilitasi hutan
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Kebut Pembangunan Tanggul di Way Kambas

Kebut Pembangunan Tanggul di Way Kambas

byWandi Barboyand1 others
19/01/2026

Sukadana (Lampost.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempercepat pembangunan tanggul pengaman di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) untuk menekan konflik...

Pulihkan Ekosistem Seluas 1.286,84 Ha Sepanjang 2021-2024

Pulihkan Ekosistem Seluas 1.286,84 Ha Sepanjang 2021-2024

byWandi Barboyand1 others
19/01/2026

Sukadana (Lampost.co): Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung melakukan pemulihan ekosistem di kawasan konservasi seluas 1.286,84 hektare sepanjang periode...

Balai TNWK Perkuat Pengamanan Cegah Konflik Satwa Liar dan Masyarakat

Balai TNWK Perkuat Pengamanan Cegah Konflik Satwa Liar dan Masyarakat

byWandi Barboyand1 others
19/01/2026

Sukadana (Lampost.co) – Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) memperkuat infrastruktur pengamanan kawasan taman nasional. Hal itu untuk mencegah terjadinya...

Berita Terbaru

Ricky Harun
Hiburan

Dituding Karaoke Bersama LC, Ricky Harun Beri Respons Bijak di Media Sosial

byNana Hasan
19/01/2026

Jakarta (Lampost.co) - Nama aktor Ricky Harun mendadak menjadi sorotan utama di berbagai platform media sosial. Hal ini terjadi setelah...

Read moreDetails
Lisa Blackpink

Lisa BLACKPINK Syuting Film Netflix ‘Tygo’ di Bandung, Lokasi Stone Garden Jadi Sorotan

19/01/2026
Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 10,63 kilogram. Dok Polda

Polda Lampung Amankan 10 Kg Sabu Asal Aceh Dikamuflasekan dengan Durian

19/01/2026
dr richard lee

Alasan dr. Richard Lee Batal Diperiksa sebagai Tersangka Kasus Perlindungan Konsumen

19/01/2026
Kebut Pembangunan Tanggul di Way Kambas

Kebut Pembangunan Tanggul di Way Kambas

19/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.