• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 02/03/2026 13:19
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Feature

Mengintip Kegotongroyongan Nelayan Kuala Stabas Menjaring Ikan

Adi SunaryobyAdi Sunaryo
21/02/24 - 22:57
in Feature, Lampung, Pesisir Barat
A A
Nelayan Menjaring Ikan

Sejumlah nelayan bergotong-royong menarik jaring ikan di perariran TPI Kuala Stabas. Lampost.co/Yon Fisoma

Krui (Lampost.co): Sambut-menyambut, diiringi dengan tarikan yang seirama. Tangan-tangan dengan urat-urat yang timbul di permukaan kulit itu, begitu kompak menarik tali jaring pukat. Nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kuala Stabas, Kelurahan Pasar Krui, itu begitu guyup dan rukun, bergotong royong menarik jala ikan yang di tebar ke lautan.

Di tengah kondisi harga beras dan berbagai kebutuhan pokok yang mahal, sejumlah nelayan di TPI Kuala Stabas, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, terus berjuang menghidupi keluarganya. Nelayan melakukan hal itu untuk mempertahankan dapur tetap ngebul.

Mat Satar (73), seorang nelayan yang ditemui Lampost.co, di lokasi TPI Kuala Stabas, Rabu, 21 Februari 2024, mengatakan saat ini para nelayan sedang menebar jaring pukat di laut setempat. Jala yang ditebar di perairan laut selanjutnya akan ditarik ramai-ramai warga nelayan sekitar ke pinggir pantai.

“Kami tidak bisa memprediksi hasil tangkapan ikan kalau nebar pukat. Seperti kemarin, Selasa (20/2/2024) sore, hasil ikan tangkapan pukat kami lebih dari satu ton. Banyaknya ikan jenis cecemuk,” ujarnya.

“Sekarang harganya sekitar Rp15 ribu per kilo. Sering hasil tangkapan kami banyak seperti itu,” kata Mat Satar, yang juga merupakan seorang pemilik pukat ikan di tempat itu.

Menurutnya, saat ini lagi musim ikan, sehingga banyak ikan yang terjaring jaring. Para nelayan setempat sampai tidak kuat mentarik jaring hingga ke pinggir pantai, sehingga hasil tangkapan ikan yang digunakan untuk membuat sarden tersebut dibongkar atau diambil di permukaan air.

Dia melanjutkan, meski sering menebar jaring pukat, namun belum tentu mendapatkan hasil sesuai perkiraan. “Kadang juga tidak dapat ikan,” katanya.

“Ya ini sekarang masih narik pukat, mudah-mudah mudahan hasilnya banyak,” kata dia.

Setelah nelayan menarik jaring pukat ke pinggiran pantai, mendapatkan hasil tangkapan yaitu 2 ekor ikan simba dengan berat masing-masing 10 kg dan 15 kg, serta ikan lain berbagai ukuran lebih kecil.

Butuh Modal Besar

Di tempat yang sama, Nawardi (67), nelayan lainnya mengatakan, ada sekitar 24 nelayan pemilik jaring pukat kelurahan setempat. Dalam satu jaring pukat rata-rata ada lima orang yang bekerja tim dalam menebar, hingga menarik untuk mendapatkan hasil tangkapan.

Untuk memiliki jaring pukat beserta perlengkapannya, seperti kapal atau perahu mesin untuk membawanya ke tengah laut membutuhkan dana berkisar Rp70 juta.

“Iya kami menebar jaring pukat sekitar 200 meter dari bibir pantai. Selanjutnya menariknya ramai-ramai,” kata dia.

Dia mengatakan sejak kecil telah berprofesi sebagai nelayan. Dengan pekerjaan itu, ia dapat menghidupi keluarganya.

Reporter: Yon Fisoma

Tags: Berita FeatureBERITA LAMPUNGNelayan LampungTangkapan Ikan Lampung
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Nampak cuaca Kota Bandar Lampung cerah berawan. Namun BMKG Provinsi Lampung tetap mengingatkan tetap waspada potensi hujan. (Foto: Lampost.co / Triyadi Isworo)

Senin, 2 Maret 2026, Lampung Berawan Berpotensi Hujan

byTriyadi Isworo
02/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca harian. Senin, 2 Maret 2026, cuaca Provinsi...

Remaja Pelempar Batu Dibina, Tol Bakter Kedepankan Restoratif

Remaja Pelempar Batu Dibina, Tol Bakter Kedepankan Restoratif

byMustaan
01/03/2026

Lampung Tengah – Manajemen Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) bergerak cepat menindaklanjuti dugaan pelemparan batu terhadap kendaraan yang melintas di ruas...

Zakat, Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

Zakat, Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

byRicky Marlyand1 others
01/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait zakat yang menimbulkan kesalahpahaman di tengah...

Berita Terbaru

upgrade PC 2026
Teknologi

3 Alasan Wajib Upgrade PC di 2026: Gamer, Desainer, dan Pekerja Kantoran Harus Tahu

byDenny ZY
02/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Lanskap teknologi komputasi mengalami pergeseran paradigma yang paling signifikan dalam satu dekade terakhir. Bukan sekadar peningkatan...

Read moreDetails
Zendaya dan Tom Holland

Zendaya dan Tom Holland Menikah? Law Roach Bongkar Rahasia Besar Ini!

02/03/2026
OpenAI Codex Hackathon 2026

Engineer Indonesia Juara 2 OpenAI Codex Hackathon 2026 Berantas Judi Online

02/03/2026
jebakan Templar AC Shadows

Viral Templar Trap di Assassin’s Creed Shadows 2026: Bug atau Fitur Licik?

02/03/2026
memori HP penuh karena WhatsApp

Trik Jitu Atasi Memori HP Penuh WhatsApp di 2026 Tanpa Hapus Chat Penting

02/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.