Jakarta (Lampost.co) – Film Avatar: Fire and Ash menjadi kelanjutan epik waralaba karya James Cameron. Sekuel ini menghadirkan babak baru perjuangan Jake Sully di Pandora. Selain itu, film ini menyuguhkan konflik emosional dan ancaman lebih brutal.
Poin Penting:
- Avatar 3 menghadirkan ancaman baru dari Suku Ash.
- Cerita fokus pada duka, keluarga, dan pendewasaan karakter.
- Lo’ak menjadi pusat narasi menggantikan Jake Sully.
- Visual dan konflik emosional tampil lebih gelap.
James Cameron kembali duduk sebagai sutradara dan penulis skenario. Film ini resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 17 Desember 2025. Karena itu, penggemar akhirnya melanjutkan kisah keluarga Sully.
Baca juga : James Cameron Tetap Pakai Teknologi HFR di Avatar Fire and Ash Meski Disebut Mirip Game
Deretan pemain lama kembali memperkuat cerita film ini. Sam Worthington, Zoe Saldaña, dan Sigourney Weaver hadir dengan peran penting. Sementara itu, Oona Chaplin dan David Thewlis memberi warna karakter baru.
Sinopsis Film Avatar : Fire and Ash
Cerita berlangsung setelah peristiwa Avatar: The Way of Water. Jake Sully dan keluarga masih berduka atas kematian Neteyam. Mereka berusaha beradaptasi bersama klan Metkayina.
Ancaman baru muncul dari wilayah vulkanik Pandora. Suku Ash atau Mangkwan hadir sebagai klan agresif pemuja api. Berbeda dari Na’vi lain, mereka menolak keseimbangan alam.
Suku Ash dipimpin Varang yang kejam dan penuh ambisi. Varang membenci Eywa dan menjalin aliansi dengan Miles Quaritch. Aliansi ini melibatkan RDA untuk menghancurkan keluarga Sully.
Narasi cerita kini bergeser ke sudut pandang Lo’ak. Ia memikul tanggung jawab besar sebagai pelindung keluarga. Perjalanan mereka melintasi wilayah baru Pandora semakin berbahaya.
Jake Sully juga bertemu klan pengembara langit Wind Traders. Konflik ini mengungkap sisi gelap peradaban Na’vi. Ancaman ternyata tidak hanya datang dari manusia.
Review Film Avatar: Fire and Ash
Film ini dibuka dengan suasana duka mendalam keluarga Sully. Neytiri terpukul dan sulit menerima kematian putra sulungnya. Kesedihan itu perlahan berubah menjadi dendam.
Dendam Neytiri memicu konflik emosional dalam keluarga. James Cameron mengolah luka batin ini secara perlahan dan kuat. Emosi menjadi fondasi utama cerita film ini.
Kepergian Neteyam juga berdampak besar bagi Lo’ak. Ia harus dewasa lebih cepat demi melindungi adik-adiknya. Namun, Jake Sully belum sepenuhnya percaya kepadanya.
Hubungan ayah dan anak ini menjadi konflik menarik. Ketegangan emosional terasa seiring meningkatnya ancaman luar. Lo’ak dipaksa membuktikan kemampuannya sebagai pemimpin.
Di sisi lain, Spider menghadapi tekanan besar sebagai manusia. Kebencian Neytiri terhadap manusia membuat posisinya rawan. Konflik identitas Spider memperkaya lapisan cerita.
Kiri juga mendapat porsi pengembangan karakter signifikan. Ia berusaha memahami asal-usul dan kekuatan misteriusnya. Proses pendewasaan karakter menjadi kekuatan utama film ini.





