IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 02/04/2026 20:04
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Hukum

Pengamat Sebut OTT Jaksa Bukti Sistem Hukum Bermasalah

OTT jaksa oleh KPK kembali membuka persoalan serius dalam penegakan hukum nasional karena kasus tersebut mencerminkan krisis sistemik, bukan kesalahan individu semata.

Muharram Candra LuginabyMuharram Candra Lugina
20/12/25 - 00:01
in Hukum, Nasional
A A
Pengamat Sebut OTT Jaksa Bukti Sistem Hukum Bermasalah

Ilustrasi. (Dok.Lampost.co)

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co) — Operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjaring oknum jaksa menampar wajah penegakan hukum nasional. Penangkapan ketiga oknum jaksa yang diduga terlibat praktik korupsi menjadi bukti sistem hukum bermasalah.

Poin Penting:

  • KPK melakukan tiga OTT, salah satunya menjerat oknum jaksa

  • Pengamat menilai OTT bukti krisis ekosistem hukum

  • Lemahnya pengawasan pimpinan dan reformasi hukum harus menyeluruh.

Pengamat hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta, Chairul Huda, mengapresiasi langkah cepat KPK. Namun, ia menilai penangkapan jaksa justru memperlihatkan persoalan mendasar dalam sistem hukum Indonesia.

Menurut Chairul, tertangkapnya aparat penegak hukum menegaskan krisis integritas yang belum terselesaikan. Masalah tersebut, kata dia, tidak berdiri sendiri. “Ya sebenarnya jelas, penegak hukum kita itu busuk dari kepalanya,” kata Chairul saat dihubungi, Jumat, 19 Desember 2025.

Baca juga: Kejagung Mencopot dan Hentikan Gaji 3 Jaksa Pemeras

Chairul menilai OTT jaksa di Banten bukan sekadar kasus individual. Sebaliknya, peristiwa itu mencerminkan lemahnya sistem pengawasan internal.

Selain itu, ia melihat rendahnya integritas aparat terjadi secara kolektif. Kondisi tersebut, menurutnya, terbentuk dalam waktu panjang.

Chairul menyebut lemahnya pengawasan pimpinan turut membuka ruang praktik korupsi. Ketika kontrol melemah, penyimpangan mudah terjadi.

Ia juga menilai suasana kerja aparat penegak hukum belum mendukung profesionalisme. Lingkungan kerja yang permisif memicu perilaku menyimpang. “Praktik lancung muncul karena ekosistemnya tidak sehat,” ujarnya.

Menurut Chairul, kasus OTT jaksa harus menjadi momentum refleksi serius. Negara tidak boleh menutup mata.

Apalagi, kepercayaan publik terhadap penegak hukum terus menurun. Setiap OTT aparat memperdalam krisis legitimasi hukum.

Chairul menegaskan harus melakukan pembenahan secara menyeluruh dan sistemik karena langkah parsial tidak cukup. Pembenahan, kata dia, tidak hanya menyasar Kejaksaan tapi juga di institusi penegak hukum lain.

Ia menyebut kepolisian, peradilan, hingga lembaga pemasyarakatan perlu evaluasi menyeluruh dan memeriksa semua institusi dengan standar sama.

Selain itu, Chairul menekankan pentingnya keteladanan pimpinan. Reformasi tidak akan berjalan tanpa komitmen dari pucuk pimpinan. “Ini bukan dosa perorangan, tetapi dosa kolektif,” katanya.

Alarm Keras

Ia juga menambahkan pimpinan institusi harus menunjukkan keseriusan dari kebijakan, pengawasan, dan sanksi tegas. OTT KPK seharusnya menjadi alarm keras agar institusi tidak boleh defensif.

Sebaliknya, aparat harus menjadikan OTT sebagai peluang membersihkan diri dengan mengedepankan transparansi.

Ia juga mendorong penguatan sistem rekrutmen aparat penegak hukum. Proses seleksi harus menekankan integritas.

Selain rekrutmen, sistem promosi jabatan juga perlu mendapat pembenahan. Promosi berbasis kinerja dinilai lebih adil.

Chairul menilai penindakan tegas saja tidak cukup. Pencegahan harus berjalan seiring melalui pengawasan berlapis. Kemudian, perlu memperkuat pengawasan eksternal.

Ia menilai KPK masih menjadi harapan publik dalam pemberantasan korupsi. Keberanian KPK menangkap jaksa penting. OTT terhadap penegak hukum, kata dia, menunjukkan tidak ada yang kebal hukum.

Chairul berharap pemerintah dan DPR mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi. Dukungan politik sangat menentukan karena tanpa dukungan tersebut, reformasi hukum berisiko mandek sehingga kepercayaan publik pun semakin terkikis. “Kalau pimpinan serius, bisa membenahi sistem,” kata Chairul.

Tags: integritas aparat hukumjaksa ditangkap KPKkorupsi aparat penegak hokumkrisis penegakan hokumOTT jaksa KPKOTT KPK terbarupenegak hukum busukpengamat hukum kritik jaksapengawasan penegak hukumreformasi hukum Indonesia
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Mitigasi Potensi Krisis Energi yang Tepat Penting untuk Melindungi Masyarakat

Mitigasi Potensi Krisis Energi yang Tepat Penting untuk Melindungi Masyarakat

byRicky Marlyand1 others
02/04/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Mitigasi potensi krisis energi yang tepat di tengah memburuknya kondisi ekonomi global sangat penting untuk kita lakukan....

Praktisi Hukum Soroti Dimensi Global di Balik Kasus Kekerasan terhadap Tokoh Kritis

Praktisi Hukum Soroti Dimensi Global di Balik Kasus Kekerasan terhadap Tokoh Kritis

byWandi Barboyand1 others
01/04/2026

Jakarta (Lampost.co): Praktisi hukum dan kolumnis Agus Widjajanto mengaitkan kasus kekerasan terhadap tokoh kritis dengan potensi dinamika yang lebih luas...

Polisi menangkap salah satu pembunuh seorang wanita yang berprofesi sebagai wanita penghibur, Selasa, 31 Maret 2026 pagi di lokalisasi, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Dok Polres

Polresta Bandar Lampung Ultimatum Pelaku Pembunuhan Wanita Penghibur Menyerahkan Diri

byTriyadi Isworoand1 others
01/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seorang wanita yang berprofesi sebagai wanita penghibur tertemukan meninggal dunia, Selasa, 31 Maret 2026 pagi. Lokasinya...

Berita Terbaru

Portal Digital Halo Lamsel milik Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Advertorial

“Halo Lamsel” Segera Diluncurkan, Warga Bisa Adukan Keluhan via WhatsApp

byAdi Sunaryo
02/04/2026

Kalianda (Lampost.co)– Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan segera meluncurkan layanan pengaduan digital “Halo Lamsel” untuk mempermudah masyarakat menyampaikan keluhan dan aspirasi...

Read moreDetails
Ilustrasi MBG

Pemerintah Akselerasi Program MBG di Pesantren

02/04/2026
Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay saat meninjau fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan GIZI (SPPG) 03 Rajabasa. Bandarlampung

Polresta Hadirkan Dapur MBG Ketiga di Rajabasa

02/04/2026
Gandeng BUMN, Bupati Egi Akselerasi Pariwisata Lampung Selatan, Bidik Dampak Ekonomi Langsung

Gandeng BUMN, Bupati Egi Akselerasi Pariwisata Lampung Selatan, Bidik Dampak Ekonomi Langsung

02/04/2026
spanyol vs mesir

Spanyol Gagal Taklukkan 10 Pemain Mesir di Barcelona

02/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.