Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung memastikan pasokan BBM dan LPG tetap aman hingga akhir tahun. Pemprov memperkuat koordinasi dengan Pertamina dan BP MIGAS.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Lampung, Mulyadi Irsan, menegaskan kelancaran distribusi menjelang Natal dan Tahun Baru. Pemerintah daerah fokus menjaga kebutuhan energi masyarakat.
Lampung memperoleh kuota Biosolar 790.765 kiloliter sepanjang 2025. Realisasi mencapai 89,91 persen hingga November. Pemprov memprediksi lonjakan konsumsi pada Desember dengan pasokan harian Biosolar akan naik dari 2.100 kiloliter menjadi 2.450 kiloliter.
Sementara, kuota Pertalite Lampung tahun ini mencapai 748.883 kiloliter. Realisasi tercatat 80,57 persen hingga November. Untuk LPG 3 kilogram alokasi terserap 98,9 persen dengan target alokasi LPG mencapai 217.836 Mega Pascal.
Pemprov memastikan seluruh komoditas energi tetap tersedia hingga akhir Desember. Permintaan Dexlite meningkat, tetapi Pertamina menyiapkan tambahan pasokan.
Dia mengaku antrean kendaraan sempat muncul di sejumlah SPBU. “Pembatasan kuota distribusi memicu kepadatan pembelian BBM. Untuk itu, kami meminta Pertamina memberi fleksibilitas kuota untuk daerah dengan permintaan tinggi,” kata Mulyadi.
Pemerintah mendorong penyesuaian berbasis kebutuhan lapangan. Koordinasi lintas lembaga diharapkan menghapus antrean panjang SPBU. Pemerintah ingin pelayanan energi berjalan optimal. Pemprov juga menambah pengawasan distribusi BBM dan LPG. Aparat gabungan akan memperketat pemantauan di lapangan.
Langkah itu bertujuan memastikan distribusi tepat sasaran. Pemerintah menargetkan tata kelola distribusi lebih rapi dan efisien. “Selain akhir tahun, Pemprov Lampung menyiapkan pasokan hingga Ramadhan dan Idulfitri 2026. Kesiapan energi menjadi prioritas utama,” kata dia.








