Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan penataan ulang kebijakan anggaran menyusul kondisi fiskal daerah yang belum ideal.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Kaleidoskop Pembangunan Provinsi Lampung Tahun 2025 bersama insan media. Acara tersebut berlangsung di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Minggu, 28 Desember 2025.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan, pada tahun 2024 Lampung mengalami deviasi anggaran hingga Rp1,7 triliun. Termasuk tunggakan pembayaran kepada pihak ketiga yang mencapai sekitar Rp600 miliar.
Selain itu, Pemprov Lampung juga menghadapi persoalan Dana Bagi Hasil (DBH) yang belum terbayarkan serta sejumlah potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak terealisasi.
Di antaranya berasal dari BUMD Lampung Energi Berjaya yang bisa menyumbang Rp300 miliar. Serta pendapatan dari pelepasan aset Way Dadi.
“Perencanaan sebelumnya sebenarnya sudah disusun, namun realitas fiskal tidak memungkinkan untuk dijalankan secara optimal. Karena itu, pada tahun ini kami melakukan penataan ulang agar anggaran lebih realistis,” ujar Gubernur Mirza.
Baca Juga:
Pemprov Lampung Ubah Arah Kebijakan Infrastruktur Jalan
Program Prioritas
Sebagai langkah strategis, Pemprov Lampung menetapkan sejumlah program prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Fokus utama pada pembangunan infrastruktur jalan dan drainase, pengembangan pupuk organik cair (POC), dan kelas migran vokasi. Serta penguatan sektor pendidikan.
“Kami memilih program-program yang dampaknya paling besar dan langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirzani juga menyoroti upaya peningkatan PAD yang masih menghadapi tantangan serius. Khususnya dari sektor pajak kendaraan bermotor.
Ia menyebutkan tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan di Lampung masih berada di bawah 30 persen setiap tahunnya.
“Tanpa adanya program pemutihan, kondisi ini cukup berat. Ke depan, kami akan terus mendorong peningkatan PAD dari sektor pajak sekaligus menggali sumber-sumber pendapatan baru,” katanya.








