• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 05/03/2026 01:58
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Kesehatan

RSHS Bandung Tangani 10 Kasus Super Flu Sepanjang 2025, Satu Pasien Meninggal Dunia

Super flu adalah infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K, yang belakangan menjadi perhatian publik karena gejalanya dinilai lebih berat dari pada influenza musiman biasa.

NurMedia IndonesiabyNurandMedia Indonesia
08/01/26 - 21:45
in Kesehatan, Nasional
A A
Kenali Gejala Super Flu Influenza A H3N2 Subclade K dan Pencegahan Penularan

Termometer. (Freepik)

Jakarta (Lampost.co)— Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mencatat telah merawat 10 pasien terkonfirmasi super flu sepanjang tahun 2025.

Super flu adalah infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K, yang belakangan menjadi perhatian publik karena gejalanya dinilai lebih berat dari pada influenza musiman biasa.

Direktur Medik dan Keperawatan RSHS Bandung, Iwan Abdul Rachman, menegaskan masyarakat tidak perlu panik menyikapi berkembangnya isu super flu.

Baca juga: Kemenkes Tegaskan Super Flu H3N2 Subclade K Terkendali

Menurutnya, meskipun gejala yang timbulkan relatif lebih berat, virus tersebut tidak berbeda secara signifikan dari influenza pada umumnya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tetapi tidak panik. Virus influenza A (H3N2) subclade K ini pada dasarnya masih influenza, hanya gejalanya bisa lebih berat,” ujar Iwan, Kamis (8/1).

Prosedur Penanganan Sudah Siap

Sebagai rumah sakit rujukan utama di Jawa Barat, RSHS telah menyiapkan prosedur pelayanan dan tata laksana khusus bagi pasien dengan penyakit menular melalui droplet.

Protokol tersebut merupakan pengembangan dari sistem yang telah diterapkan sejak pandemi Covid-19.

Iwan menjelaskan, pola penularan super flu mirip dengan Covid-19, yaitu melalui percikan droplet.Sehingga standar pengendalian infeksi sudah tersedia dan berjalan.

“Super flu termasuk penyakit dengan penularan droplet. RSHS sudah memiliki tata laksana yang jelas, baik untuk pasien yang datang ke IGD maupun rawat inap,” jelasnya.

Masyarakat yang mengalami gejala flu berat. Seperti demam tinggi, sesak napas, atau kondisi yang tidak membaik, diimbau untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis sedini mungkin.

Tren Kasus Mulai Menurun

RSHS juga mencatat bahwa tren penularan influenza A (H3N2) subclade K mulai menunjukkan penurunan. Baik di lingkungan rumah sakit maupun secara umum di wilayah Jawa Barat. Penurunan ini terjadi jika membandingkan dengan periode awal penyebaran virus pada 2025.

Satu Pasien Meninggal, Mayoritas Kasus Rentan

Ketua Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (Pinere) RSHS Bandung, Yovita Hartantri, mengungkapkan dari 10 pasien super flu yang dirawat, satu orang meninggal dunia. Pasien tersebut di ketahui memiliki penyakit penyerta (komorbid) yang memperberat kondisi klinisnya.

“Dari 10 kasus, satu pasien meninggal karena memiliki penyakit bawaan. Selain itu, dua pasien merupakan bayi dan anak-anak,” kata Yovita.

Ia menambahkan, kepastian mengenai jenis virus super flu tersebut di peroleh setelah pemeriksaan laboratorium oleh Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan pada awal Januari 2026.

Puncak Kasus Terjadi Oktober 2025

Berdasarkan catatan RSHS, puncak kasus influenza, termasuk super flu, terjadi pada Oktober 2025. Sejak saat itu, jumlah pasien yang mendapat perawatan akibat influenza menunjukkan tren penurunan secara bertahap.

Pihak RSHS kembali mengingatkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, penggunaan masker saat sakit. Serta kewaspadaan khusus bagi kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan penderita penyakit kronis guna menekan risiko penularan dan komplikasi super flu.

Tags: fluinfluenzasuperfluvirus
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Kemunculan Kasus Campak Efek Penurunan Imunisasi saat Pandemi Covid-19

Kemunculan Kasus Campak Efek Penurunan Imunisasi saat Pandemi Covid-19

byAtikaand1 others
04/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinkes Bandar Lampung mencatat ada 14 kasus campak sepanjang tahun 2025. Jumlah itu sekitar 13 persen...

IDI Lampung Nilai Cakupan Imunisasi Kunci Redam Penularan Virus Campak

IDI Lampung Nilai Cakupan Imunisasi Kunci Redam Penularan Virus Campak

byAtikaand1 others
04/03/2026

  Bandar Lampung (Lampost.co) — Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung, dr Josi Harnos, menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap potensi wabah...

Lonjakan Kasus Campak, Lampung Krisis Vaksin dalam Tren KLB Nasional

Lonjakan Kasus Campak, Lampung Krisis Vaksin dalam Tren KLB Nasional

byAtikaand1 others
04/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -– Kasus campak di Provinsi Lampung dilaporkan mengalami kenaikan, dengan peningkatan paling menonjol terjadi di Kota Bandar...

Berita Terbaru

Kemunculan Kasus Campak Efek Penurunan Imunisasi saat Pandemi Covid-19
Kesehatan

Kemunculan Kasus Campak Efek Penurunan Imunisasi saat Pandemi Covid-19

byAtikaand1 others
04/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinkes Bandar Lampung mencatat ada 14 kasus campak sepanjang tahun 2025. Jumlah itu sekitar 13 persen...

Read moreDetails
IDI Lampung Nilai Cakupan Imunisasi Kunci Redam Penularan Virus Campak

IDI Lampung Nilai Cakupan Imunisasi Kunci Redam Penularan Virus Campak

04/03/2026
Lonjakan Kasus Campak, Lampung Krisis Vaksin dalam Tren KLB Nasional

Lonjakan Kasus Campak, Lampung Krisis Vaksin dalam Tren KLB Nasional

04/03/2026
Penyerang Strasbourg, Joaquin Panichelli

Strasbourg Tekuk Reims 2-1 dan Lolos ke Semifinal Piala Prancis 2026

04/03/2026
logo piala belanda

Kejutan di De Goffert, NEC Nijmegen Depak PSV Eindhoven dari KNVB Cup 2026

04/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.