Bandar Lampung (Lampost.co) —
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong Bank Lampung agar lebih aktif menggerakkan sektor produktif sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.
Poin penting :
1. Sektor produktif jadi kunci untuk gerakan pertumbuhan ekonomi.
2. Kredit produktif memiliki multiplier effect yang lebih besar.
3. Desa merupakan tulang punggung ekonomi Lampung.
Dorongan tersebut seiring masih dominannya penyaluran kredit konsumtif dari pada pembiayaan sektor riil.
Mirza menilai komposisi kredit yang bertumpu pada konsumsi, perlambatan kredit mikro, belum sepenuhnya sejalan dengan agenda penguatan ekonomi riil Lampung.
Kondisi tersebut perlu segera mendapat pembenahan agar fungsi intermediasi bank daerah lebih berdampak.
Ia menegaskan, arah kebijakan Bank Lampung pada 2026 harus fokus pada penguatan kredit produktif, terutama yang menyasar wilayah perdesaan.
Baca juga : Bank Lampung Garap Fitur Baru L-Online, Layanan Pinjaman Daring
Menurutnya, desa merupakan tulang punggung ekonomi Lampung yang harus menjadi prioritas pembiayaan.
Sektor pertanian, UMKM, kredit usaha rakyat (KUR) mikro, konstruksi, hingga industri sebagai bidang yang perlu mendapatkan perhatian lebih besar.
Pembiayaan pada sektor-sektor tersebut dinilai mampu menciptakan nilai tambah dan memperkuat struktur ekonomi daerah.
Selain penyaluran kredit, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada pada Bank Lampung.
Efektivitas pemasaran dan optimalisasi peran kepala cabang untuk menjadi kunci dalam memperluas pembiayaan produktif.
Ia meminta agar setiap unit kerja memiliki target kinerja yang jelas dan berbasis pada potensi ekonomi wilayah masing-masing.
Target tersebut harus bersama dengan penerapan sistem reward and punishment yang tegas.
Gubernur menilai pertumbuhan kredit konsumtif yang terlalu dominan tidak cukup kuat mendorong ekonomi daerah.
Sebaliknya, kredit produktif memiliki multiplier effect yang lebih besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan percepatan pertumbuhan ekonomi.
Mirza berharap Bank Lampung mampu menjadi pionir pembangunan ekonomi daerah pada 2026.
Peran tersebut mencakup seluruh lapisan, dari desa hingga kota, serta terintegrasi dengan kebijakan pembangunan daerah.
“Bank Lampung harus hadir sebagai motor penggerak ekonomi Lampung, bukan hanya sebagai bank yang untung, tetapi bank yang berdampak,” ujar dia.
Ia juga meminta Bank Lampung menyiapkan peta jalan penyaluran kredit produktif yang selaras dengan program prioritas pemerintah daerah.
Selain itu, penguatan digitalisasi layanan hingga ke desa, penting agar kinerja bank tidak hanya tercermin dalam laporan keuangan, tetapi juga terasa langsung oleh masyarakat Lampung.







