Bandar Lampung (Lampost.co): Pakar Pendidikan di Lampung, Prof. Sudjarwo, menilai hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa mencerminkan kondisi pendidikan di daerah. Ia menegaskan bahwa hasil TKA menunjukkan ketidakmerataan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung.
Sudjarwo menyatakan bahwa kualitas pendidikan di Lampung hingga kini belum merata antara kabupaten dan kota. Menurutnya, hanya sebagian kecil sekolah yang memiliki kualitas baik karena berada di wilayah perkotaan.
“Sekolah unggul di daerah hanya satu atau dua, sedangkan di Bandar Lampung paling banyak lima,” ujar Sudjarwo, Selasa, 13 Januari 2026.
Sudjarwo menilai ketidaksesuaian antara kebijakan pemerintah dan pelaksanaan di lapangan menjadi salah satu penyebab utama kondisi tersebut. Ketidaksinkronan itu membuat proses pembelajaran tidak berjalan optimal sehingga hasil TKA tidak mencapai target.
“Sekolah-sekolah sudah lama menunjukkan tren penurunan karena kebijakan dan teknis pelaksanaan sering tidak sinkron,” kata dia.
Untuk mengatasi persoalan itu, Sudjarwo mendorong pemerintah melibatkan pemerhati pendidikan guna memberikan masukan. Ia menilai keterlibatan pemerhati pendidikan penting agar pemerintah dapat merumuskan langkah yang tepat.
“Pemerintah perlu memanggil para kepala sekolah di setiap daerah untuk membahas persoalan yang mereka hadapi, lalu mencari solusi bersama,” ujarnya.
Laman Kemendikdasmen
Berdasarkan data laman resmi Kemendikdasmen, pelaksanaan TKA mata pelajaran Matematika di Lampung melibatkan 108.600 peserta didik dari 1.439 sekolah. Nilai rata-rata Matematika siswa Lampung hanya mencapai 34,63.
Sebanyak 50 persen peserta memperoleh nilai kategori kurang. Sebanyak 33,5 persen siswa meraih nilai kategori memadai, 15,5 persen siswa memperoleh nilai baik, dan hanya 1 persen siswa mencapai kategori istimewa.
Capaian rendah juga muncul pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Pelaksanaan TKA Bahasa Inggris di Lampung melibatkan 108.541 siswa dari 1.439 sekolah. Nilai rata-rata mata pelajaran tersebut hanya mencapai 22,43. Sebanyak 39,8 persen peserta memperoleh nilai kategori kurang. Nilai kategori memadai mendominasi dengan porsi 42,5 persen. Sebanyak 10,8 persen siswa meraih nilai baik, sementara 6,8 persen siswa mencapai kategori istimewa.
Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa Lampung mencatatkan nilai rata-rata 53,81 dari 108.648 peserta di 1.439 sekolah. Nilai kategori baik mendominasi dengan persentase 41,5 persen, disusul kategori istimewa sebesar 39,9 persen dan kategori memadai sebesar 15 persen. Hanya 3,6 persen peserta yang memperoleh nilai kategori kurang.








