Bandar Lampung (Lampost.co) – Momen libur panjang Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah memicu lonjakan mobilitas masyarakat Lampung. Warga tidak hanya menghabiskan waktu dengan berlibur di dalam kota, tetapi juga ramai-ramai bepergian ke luar daerah. Fenomena ini terbukti dari penjualan tiket kereta api yang melonjak signifikan selama periode 16–18 Januari 2026.
Poin Penting
- Warga membagi fokus liburan antara destinasi lokal dan perjalanan luar kota.
- Sebanyak 9.957 tiket KA Rajabasa dan Kualastabas ludes terjual.
- KAI meningkatkan pengawasan sarana dan prasarana selama long weekend.
- Masyarakat mengincar quality time bersama keluarga dan penyegaran pikiran.
Masyarakat memanfaatkan waktu tiga hari tersebut untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan harian. Sebagian warga memilih kepraktisan wisata lokal, sementara ribuan lainnya telah memesan tiket perjalanan jarak jauh sejak jauh hari.
Tren Wisata Dalam Kota yang Semakin Populer
Bagi sebagian masyarakat, mengeksplorasi destinasi di Bandar Lampung menjadi pilihan yang sangat menarik dan hemat waktu. Diah Utami, seorang warga lokal, mengaku sangat antusias menikmati suasana kota sendiri tanpa harus keluar daerah.
Menurutnya, ketersediaan banyak spot baru di Bandar Lampung membuat liburan singkat terasa tetap berkualitas. Hal senada juga disampaikan oleh Reza yang lebih memprioritaskan waktu berkumpul bersama keluarga di tempat-tempat santai terdekat.
KAI Catat Lonjakan Penumpang Luar Kota Saat Libur
Di sisi lain, arus keberangkatan keluar kota melalui jalur rel menunjukkan angka yang luar biasa. PT KAI Divre IV Tanjungkarang mencatat total penjualan tiket mencapai 9.957 unit untuk keberangkatan pekan ini.
Manajer Humas PT KAI Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, mengonfirmasi bahwa kereta api masih menjadi moda transportasi favorit masyarakat.
“Tingginya penjualan tiket pada momentum libur panjang Isra Mikraj ini menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat,” jelas Zaki.
KAI menjamin seluruh operasional berjalan lancar meskipun jumlah penumpang meningkat tajam. Pihaknya telah menyiagakan petugas di stasiun maupun di atas kereta demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jasa.
“Kami memastikan kesiapan petugas, baik pada stasiun maupun atas kereta, agar pelayanan kepada penumpang tetap maksimal,” tambahnya lagi.








