Tanggamus (lampost.co)–Temuan Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi saat melakukan sidak ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanggamus ternyata beralasan. Pasca-sidak tersebut, Dinas PUPR mengakui sebagian besar alat berat dalam kondisi rusak, bahkan dugaannya mengalami kerusakan tidak wajar.
Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Tanggamus, Eka Angkasawan, mengungkapkan bahwa dari seluruh alat berat yang ada, hanya dua unit yang masih dapat beroperasi, yakni ekskavator dan bulldozer.
“Yang masih bisa beroperasi hanya ekskavator dan bulldozer. Selebihnya banyak yang rusak,” ujar Eka saat ditemui di kantornya, Rab, 21 Januari 2026.
Ia menjelaskan, kerusakan terjadi pada berbagai jenis alat berat, mulai dari loader, tandem roller, trailer, hingga sejumlah unit ekskavator. Kerusakan paling dominan ditemukan pada kabel dan selang hidrolik.
“Loader rusak pada bagian kabel, selang-selang hidroliknya putus. Ini bukan sekadar putus karena kerja. Putus karena kerja dan putus karena diputus itu berbeda,” katanya.
Eka bahkan mengungkap adanya dugaan unsur kesengajaan dalam kerusakan sejumlah alat berat tersebut. “Informasinya memang seperti itu, diduga diputus. Namun siapa pelakunya kami tidak tahu. Katanya terjadi pada malam hari,” ungkapnya.
Menurut Eka, sebagian alat berat tersebut telah mengalami kerusakan sejak beberapa tahun lalu dan bukan baru terjadi dalam satu atau dua tahun terakhir. “Kerusakannya sudah cukup lama, bukan baru dari tahun kemarin,” jelasnya.
Perawatan Rutin
Meski demikian, ia menegaskan Dinas PUPR tetap melakukan perawatan rutin terhadap alat berat yang masih berfungsi. Sementara untuk unit yang mengalami kerusakan berat, perbaikan tidak dapat dilakukan sembarangan karena berisiko membahayakan.
“Perbaikan tidak bisa asal. Salah menyambung kabel saja, alat bisa bergerak ke arah yang tidak sesuai,” ujarnya.
Terkait kesiapsiagaan penanganan bencana, Eka mengakui keterbatasan alat berat berpotensi menjadi kendala apabila terjadi bencana berskala besar.
“Untuk bencana ringan masih bisa ditangani. Namun jika bencana besar, tentu keterbatasan alat ini menjadi persoalan,” katanya.
Selama ini, Dinas PUPR Tanggamus kerap mengandalkan peminjaman alat berat untuk menunjang operasional di lapangan.
“Kami sering meminjam. Selama ada surat dan SOP dijalankan, alat bisa digunakan. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala,” ungkapnya.







