Bandar Lampung (Lampost.co) – Sulitnya mencari pekerjaan dengan upah layak mendorong banyak warga memilih sektor informal. Ojek online kini menjadi alternatif pekerjaan yang paling realistis di tengah tekanan ekonomi.
Kondisi lapangan kerja yang sempit dan syarat rekrutmen yang rumit membuat pencari kerja kesulitan masuk sektor formal. Upah yang ditawarkan juga sering kali berada di bawah standar kebutuhan hidup.
Chandra, karyawan toko yang juga bekerja sebagai pengemudi ojek online, menilai peluang kerja di Bandar Lampung semakin terbatas. Ia menyebut banyak perusahaan menetapkan syarat tinggi dengan gaji rendah.
“Sekarang cari kerja susah. Syarat ribet, gaji kecil. Yang punya motor sama HP mending ngojek online,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Chandra mengaku pekerjaannya saat ini tidak sesuai latar belakang pendidikan. Upah juga belum memenuhi standar UMR. Meski begitu, ia tetap bertahan karena belum menemukan pilihan lain. “Kalau belum ada kerjaan lain, ya dijalanin dulu. Setidaknya bisa sambil ngojol,” katanya.
Menurut Chandra, fleksibilitas menjadi alasan utama banyak orang memilih ojek online. Pengemudi bisa menyesuaikan jam kerja dengan pekerjaan utama atau aktivitas lain.
Hal serupa dirasakan Rudit, lulusan baru salah satu universitas swasta di Bandar Lampung. Ia memilih menjadi pengemudi ojek online setelah lulus kuliah. “Lowongan sebenarnya ada, tapi masuknya susah dan gajinya nggak sesuai,” ujarnya.
Tak Aktif Melamar Pekerjaan
Dia mengaku belum aktif melamar pekerjaan baru. Ia memilih fokus menjadi pengemudi ojek online karena waktu kerja fleksibel dan pendapatan relatif stabil. “Masih ngojol aja sekarang. Fleksibel dan hasilnya lumayan,” katanya.
Ia menjadi pengemudi ojek online sejak masih kuliah. Pendapatan dari ojek online membantunya memenuhi kebutuhan harian hingga melunasi cicilan motor.
Dia juga menjelaskan proses pendaftaran pengemudi berbeda di setiap platform. Beberapa aplikasi memberikan akses pendaftaran yang lebih mudah. “Kalau Maxim cukup STNK sama SIM. Modal jaket saja. Gojek buka pendaftaran terbatas,” ujarnya.
Ia menyebut pendaftaran di Gojek bergantung pada kuota pengemudi aktif. Biasanya pendaftaran dibuka saat banyak mitra terkena pemutusan.
Fenomena meningkatnya pengemudi ojek online mencerminkan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Di tengah terbatasnya lapangan kerja formal, sektor informal menjadi penyangga utama penghasilan.
Ojol kini tidak hanya menjadi pekerjaan sampingan. Bagi sebagian warga, profesi itu berubah menjadi sumber penghasilan utama untuk bertahan hidup.








