• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Rabu, 18/02/2026 15:18
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Kesehatan

WHO Buka Suara soal Wabah Nipah di India, Ini Risiko Penyebarannya

Saat ini, langkah-langkah respons kesehatan masyarakat telah dijalankan secara terkoordinasi oleh pemerintah pusat India bersama otoritas kesehatan tingkat negara bagian.

NurbyNur
28/01/26 - 18:24
in Kesehatan, Nasional
A A
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran lebih luas virus Nipah

Ilustrasi Rwanda menghadapi wabah virus marburg. Dok/Anadolu

Jakarta (Lampost.co)— Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran lebih luas virus Nipah dari klaster kasus terbaru di India masih tergolong rendah.

Penilaian tersebut disampaikan menyusul temuan lima kasus infeksi virus Nipah di negara bagian Benggala Barat, India. Hal ini mengakibatkan sekitar 100 orang harus menjalani karantina sebagai langkah pencegahan.

Seorang pejabat WHO menyatakan bahwa India menilai memiliki kapasitas dan pengalaman memadai dalam menangani wabah virus Nipah. Ini sebagaimana telah menunjukkan dalam beberapa kejadian sebelumnya.

Baca juga: Pakar Ungkap Superflu Sebagai Mutasi Virus H3N2

Saat ini, langkah-langkah respons kesehatan masyarakat telah jalankan secara terkoordinasi oleh pemerintah pusat India bersama otoritas kesehatan tingkat negara bagian.

“Rekomendasi penanganan wabah sedang mereka terapkan, termasuk pelacakan kontak, isolasi pasien. Serta penguatan pengawasan epidemiologis,” ujar pejabat WHO tersebut.

Penularan Kasus Baru

Meski demikian, WHO mengakui bahwa sumber pasti penularan pada kasus terbaru ini belum sepenuhnya teridentifikasi. Hal ini menjadi perhatian karena virus Nipah diketahui bersifat zoonosis dan memiliki reservoir alami pada populasi kelelawar buah (flying fox).

WHO memperingatkan potensi paparan lanjutan masih dapat terjadi, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki populasi kelelawar pembawa virus Nipah. Seperti beberapa bagian India dan Bangladesh, termasuk Benggala Barat.

“Ada kemungkinan paparan berulang, mengingat virus Nipah secara alami beredar pada kelelawar di kawasan ini. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat sangat penting, khususnya terkait faktor risiko seperti konsumsi getah pohon kurma yang dapat terkontaminasi,” kata pejabat WHO, mengutip dari Global Times.

Wabah Nipah ke Tujuh

WHO mencatat, wabah kali ini merupakan wabah Nipah ketujuh yang terdokumentasi di India, serta yang ketiga terjadi di Benggala Barat sejak tahun 2001. Dua wabah sebelumnya di wilayah tersebut tercatat terjadi di Distrik Siliguri pada 2001 dan Distrik Nadia pada 2007, yang keduanya berbatasan langsung dengan Bangladesh—negara yang hampir setiap tahun melaporkan kasus virus Nipah.

Selain Benggala Barat, wabah virus Nipah juga beberapa kali muncul di negara bagian Kerala, India selatan, yang sebelumnya mencatat tingkat fatalitas cukup tinggi meski berhasil dikendalikan melalui respons cepat.

Seiring dengan perkembangan kasus ini, sejumlah negara dan wilayah di Asia mulai meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk internasional. Beberapa bandara di Wilayah Administratif Khusus Hong Kong, Taiwan, Thailand, dan Nepal melaporkan telah memperketat pengawasan kesehatan terhadap penumpang. Termasuk pemeriksaan suhu tubuh dan penelusuran riwayat perjalanan.

Langkah antisipatif tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan lintas negara. Mengingat virus Nipah memiliki tingkat kematian yang tinggi dan belum memiliki pengobatan maupun vaksin spesifik.

WHO kembali menegaskan pentingnya kerja sama regional, transparansi data. Serta edukasi publik sebagai kunci untuk mencegah meluasnya wabah dan meminimalkan risiko kesehatan global.

Tags: Indiavirus nipahWHO
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

PT Sinergi Global Alkesindo Gandeng YKI Lampung Gelar Seminar Skrining Kanker Paru Berbasis AI

PT Sinergi Global Alkesindo Gandeng YKI Lampung Gelar Seminar Skrining Kanker Paru Berbasis AI

byMustaan
14/02/2026

Bandarlampung (lampost.co) -- Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, PT Sinergi Global Alkesindo menggandeng Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Provinsi...

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menghadiri Lelang dan Pameran Lukisan Solo bertema "LOVE" karya pelukis Sonja Irawaty. Kegiatan tersebut berlangsung di Midaz Senayan and Golf, Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2026. Dok MPR RI

Butuh Kepedulian Bersama Bangkitkan Semangat Penderita Kanker

byTriyadi Isworo
14/02/2026

Jakarta (Lampost.co) – Dukungan dan kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya membangkitkan semangat penderita dalam berjuang melawan kanker. Hal tersebut...

Ketua MPR RI Dorong UMKM dan Pariwisata Lampung Selatan, Tol Bakter Perkuat Konektivitas

Ketua MPR RI Dorong UMKM dan Pariwisata Lampung Selatan, Tol Bakter Perkuat Konektivitas

byMustaan
13/02/2026

Lampung Selatan (lampost.co) — Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Selatan untuk meninjau perkembangan sektor...

Berita Terbaru

The Housemaid
Hiburan

Mengupas Misteri The Housemaid, Adaptasi Thriller Psikologis yang Bikin Penonton Terkecoh

byEffran
18/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Film The Housemaid langsung mencuri perhatian sejak awal tahun. Banyak penonton membicarakan ketegangannya yang konsisten dari...

Read moreDetails
Google Pixel 10a

Spesifikasi dan Harga Google Pixel 10a, Tensor G4 hingga Update 7 Tahun

18/02/2026
Arus Balik Liburan, Ribuan Kendaraan Padati Pelabuhan Bakauheni Menuju Merak

Ribuan Kendaraan Padati Pelabuhan Bakauheni, ASDP Percepat Bongkar Muat

18/02/2026
narkoba

12 Orang Terduga Penyalahgunaan Narkotika di Sukamara Tanggamus Ditangkap

18/02/2026
Moonton dijual 2026

ByteDance Jual Moonton ke Arab Saudi Senilai Rp110 Triliun, Masa Depan Mobile Legends Berubah?

18/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.