Jakarta (Lampost.co) — Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos menjadi panggung terbuka bagi perubahan besar ekonomi global. Dunia menyaksikan kontras tajam antara pendekatan proteksionis Amerika Serikat dan strategi multilateralisme China.
Ketegangan itu mulai menggeser peta dagang dunia. Eropa secara perlahan menunjukkan sinyal menjauh dari Washington dan membuka ruang kerja sama baru dengan Beijing.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tampil percaya diri membela kebijakan tarif tinggi. Ia mengklaim strategi tersebut menciptakan keajaiban ekonomi domestik.
Trump menyebut defisit perdagangan bulanan AS turun hingga 77 persen dalam setahun. “Hampir semua pakar memprediksi kebijakan itu memicu resesi global, namun kami membuktikan mereka keliru,” kata Trump, dari The Straits Times, kemarin.
Namun, pernyataan itu justru memicu kegelisahan di kalangan sekutu tradisional Amerika.
Prancis dan Kanada Mulai Ambil Jarak
Presiden Prancis Emmanuel Macron secara terbuka menolak kenaikan tarif AS. Ia menilai kebijakan tersebut tidak dapat diterima dan merugikan stabilitas global.
Sinyal lebih tegas datang dari Kanada. Perdana Menteri Mark Carney mengumumkan kemitraan strategis baru dengan China. Ia juga menyindir tekanan ekonomi dari Washington terhadap mitranya sendiri.
China Tampil sebagai Penyeimbang Global
Di tengah ketegangan, China memanfaatkan momentum untuk memperkuat posisinya. Wakil Perdana Menteri He Lifeng menyerukan perdagangan global yang adil dan setara.
“Aturan harus berlaku sama bagi semua pihak. Dunia tidak boleh kembali ke hukum rimba,” ujar He Lifeng.
Ia menegaskan pendekatan China berbeda dari perang dagang. “China membangun jembatan, bukan tembok. Perang tarif tidak pernah menghasilkan pemenang,” lanjutnya.
Pesan itu diterima positif banyak negara yang terdampak kebijakan AS.
Tarif AS Tertinggi Seabad, Dunia Cari Alternatif
WEF Davos 2026 berlangsung dalam bayang-bayang tarif Amerika yang mencapai level tertinggi dalam 100 tahun terakhir. Kondisi itu mendorong negara lain mencari mitra dagang baru.
Boston Consulting Group memproyeksikan pangsa AS dalam perdagangan barang global turun dari 12 persen menjadi 9 persen dalam satu dekade.
“Kecepatan dan skala perubahan itu mengguncang sistem perdagangan dunia,” kata Menteri Keuangan Kanada François-Philippe Champagne.
Eropa Mulai Diversifikasi Arah Dagang
China bergerak cepat mengisi kekosongan. He Lifeng bertemu dengan CEO global seperti Tim Cook dari Apple dan Jamie Dimon dari JPMorgan Chase.
Sementara itu, Eropa mengambil langkah konkret. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Kanselir Jerman Friedrich Merz rencananya mengunjungi Beijing dalam waktu dekat. Langkah itu menegaskan keinginan Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat.







