• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Sabtu, 31/01/2026 07:41
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Jeruk Peras Rp5 Ribu, Kesegaran yang Menjamur di Setiap Sudut Kota Bandar Lampung

Ricky MarlyAtikabyRicky MarlyandAtika
30/01/26 - 21:47
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Jeruk Peras Rp5 Ribu, Kesegaran yang Menjamur di Setiap Sudut Kota Bandar Lampung

Bandar Lampung (Lampost.co) — Cuaca panas yang menyelimuti Kota Bandar Lampung seolah menemukan lawannya. Di sepanjang jalan protokol yang ramai kendaraan, di persimpangan lampu merah, hingga menyusup ke gang-gang kecil kawasan permukiman. Gelas-gelas plastik berisi jeruk peras segar tampak berjejer rapi di atas meja sederhana.

Fenomena penjual jeruk peras segar kini menjamur dan menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga kota.

Tak sulit menemukan lapak jeruk peras di Bandar Lampung. Dari Jalan Teuku Umar, Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, hingga kawasan padat penduduk. Para penjual memanfaatkan ruang sekecil apa pun untuk berjualan.

Ada yang menggunakan gerobak dorong, meja lipat, bahkan teras rumah sendiri.

Meski sederhana, keberadaan mereka selalu menarik perhatian, terutama saat terik matahari mulai menyengat.

Minuman jeruk peras segar ini menjadi primadona karena satu hal utama, yakni harga yang ramah di kantong.

Dengan banderol Rp5 ribu per gelas, siapa pun bisa menikmati minuman segar pelepas dahaga ini. Tak heran jika pengendara motor yang berhenti sejenak, sopir angkutan umum, pekerja kantoran, hingga pelajar, memilih menepi hanya untuk menikmati jeruk peras dingin.

Selain murah, jeruk peras juga dianggap sebagai alternatif minuman yang lebih alami. Tanpa bahan pengawet dan dibuat langsung di depan mata pembeli, minuman ini menawarkan rasa segar sekaligus kesan sehat.

Sensasi asam-manis jeruk yang dipadukan dengan es batu menjadi kombinasi sederhana yang ampuh mengusir panas dan dahaga.

 

Sejak Siang

Di balik lapak kecil itu, tersimpan cerita perjuangan para penjual. Annisa (27), salah satunya. Setiap hari ia mulai berjualan sejak siang hingga sore di salah satu ruas jalan yang ramai kendaraan.

Tangannya lincah memeras jeruk demi jeruk, sementara matanya sesekali memantau lalu lintas dan calon pembeli yang melintas.

“Kalau cuaca panas, Alhamdulillah ramai. Dalam sehari bisa dapat Rp300 ribu sampai Rp500 ribu. Tapi semuanya tergantung cuaca. Kalau hujan biasanya sepi,” kata Annisa sambil tersenyum.

Bagi Annisa, berjualan jeruk peras bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga cara bertahan di tengah kondisi ekonomi yang menuntut kreativitas. Modal yang relatif kecil dan bahan baku yang mudah didapat membuat usaha ini cukup menjanjikan.

Ia pun berusaha menjaga kualitas dengan memeras jeruk langsung saat ada pesanan.

“Pembeli sekarang pintar. Mereka suka yang benar-benar segar dan diperas langsung. Kalau rasanya enak, biasanya balik lagi,” ujarnya.

Cerita serupa datang dari Alam (30), penjual jeruk peras yang membuka lapak di kawasan permukiman. Menurutnya, melimpahnya perkebunan jeruk di Lampung menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha kecil seperti dirinya.

“Di Lampung ini jeruk gampang sekali dicari. Banyak kebun jeruk, jadi bahan baku tidak susah dan harganya relatif murah. Itu yang bikin kami bisa jual Rp5 ribu pakai gula, dan Rp10 ribu kalau tanpa gula, murni jeruk,” jelas Alam.

 

Perkebunan Jeruk

Berlimpahnya jeruk di Lampung memang bukan cerita baru. Sejumlah daerah seperti Natar di Lampung Selatan, Lampung Timur, Metro, hingga Pesawaran dikenal sebagai sentra perkebunan jeruk. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian kebun bahkan berkembang menjadi destinasi wisata, menawarkan pengalaman petik jeruk langsung dari pohonnya.

Keberadaan kebun-kebun jeruk ini menciptakan mata rantai ekonomi yang panjang. Hasil panen tak hanya masuk ke pasar tradisional, tetapi juga mengalir ke kota-kota dalam bentuk usaha minuman segar. Dari petani, pengepul, hingga penjual jeruk peras di pinggir jalan, semua ikut merasakan manfaatnya.

Fenomena menjamurnya penjual jeruk peras segar juga mencerminkan dinamika ekonomi perkotaan. Di tengah persaingan kerja yang ketat, masyarakat memanfaatkan potensi lokal untuk menciptakan peluang usaha mandiri.

Tanpa perlu etalase mewah atau promosi besar-besaran, cukup dengan rasa segar dan harga terjangkau, jeruk peras mampu menarik pelanggan setia.

Sore hari menjadi waktu tersibuk bagi para penjual. Saat arus pulang kerja mulai padat, lapak jeruk peras tak pernah sepi pembeli. Gelas demi gelas berpindah tangan, disertai senyum penjual dan ucapan terima kasih sederhana. Di tengah hiruk pikuk kota, momen kecil ini menghadirkan suasana akrab antara penjual dan pembeli.

Lebih dari sekadar minuman, jeruk peras Rp5 ribu telah menjadi bagian dari denyut kehidupan Kota Bandar Lampung. Ia hadir sebagai simbol kesederhanaan, kreativitas, dan ketangguhan ekonomi rakyat.

Dari gang sempit hingga jalan besar, dari kebun jeruk hingga pinggir jalan kota, kesegaran itu terus mengalir menyegarkan dahaga sekaligus menghidupi banyak keluarga.

Tags: jerukJeruk PerasKota Bandar Lampung
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

IHSG. Dok/Antara

IHSG Bangkit Tajam di Pagi Hari, Investor Mulai Kembali Berani Masuk Pasar

byNur
31/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--– Setelah dua hari berturut-turut tertekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menunjukkan sinyal kebangkitan. Pada pembukaan perdagangan Jumat,...

Otoritas Jasa Keuangan

Pucuk Pimpinan OJK Mundur Serentak sebagai Tanggung Jawab Moral

byNur
31/01/2026

Jakarta (Lampost.co)— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memasuki fase transisi kepemimpinan setelah Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, secara resmi mengajukan...

Pekerja melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta. Dok/Antara

Guncangan IHSG Berujung Mundurnya Direktur Utama BEI

byNur
31/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--– Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut pihaknya ambil...

Berita Terbaru

Babak play-off 16 besar UCL
Bola

Hasil Undian Play-off Liga Champions 2026: Real Madrid Vs Benfica, Duel Maut PSG Vs Monaco

byIsnovan Djamaludin
31/01/2026

Nyon (Lampost.co)—Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) resmi menggelar undian babak play-off knockout Liga Champions 2025/2026 di markas besar mereka di...

Read moreDetails
IHSG. Dok/Antara

IHSG Bangkit Tajam di Pagi Hari, Investor Mulai Kembali Berani Masuk Pasar

31/01/2026
Otoritas Jasa Keuangan

Pucuk Pimpinan OJK Mundur Serentak sebagai Tanggung Jawab Moral

31/01/2026
Pekerja melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta. Dok/Antara

Guncangan IHSG Berujung Mundurnya Direktur Utama BEI

31/01/2026
Langit mendung dan rintik hujan menyelimuti Tugu Adipura Kota Bandar Lampung. BMKG memprediksi cuaca Provinsi Lampung berawan berpotensi hujan. (Foto: Triyadi Isworo/Lampost.co)

Sabtu, 31 Januari 2026, Lampung Berawan Waspada Hujan

31/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.