Aceh (Lampost.co)— Seorang remaja bernama Dio Haikal Prayuda (15) berhasil diselamatkan setelah hanyut di Sungai Tamiang, Kota Lintang, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (30/1) sore.
Korban dievakuasi oleh sejumlah Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang tengah bertugas di lokasi setempat untuk kegiatan sosial.
Brigadir Kepala Taruna Akpol, Jason Mareno Hutagalung mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Saat itu, para taruna Akpol tengah menuju Masjid Al Ikhsan Kuala Simpang untuk melaksanakan kegiatan trauma healing dan bakti sosial.
Setibanya di lokasi, mereka mendengar teriakan warga yang meminta pertolongan karena seorang anak hanyut di sungai.
“Begitu mendengar teriakan warga, kami langsung menuju ke arah sungai dan melihat korban sudah hanyut sekitar 20 meter. Kami segera turun dan mengevakuasi korban ke daratan,” ujarnya.
Setelah berhasil mengangkat ke daratan, Jason menjelaskan, korban langsung mendapatkan pertolongan pertama dan sempat memuntahkan air sungai berwarna cokelat yang tertelan. Serta beberapa kali hampir kehilangan kesadaran.
“Fokus kami saat itu menjaga korban tetap sadar. Setelah kondisinya agak stabil, kami langsung membawa korban menggunakan mobil menuju Biddokkes Polda Aceh untuk penanganan awal,” katanya.
Kondisi Korban
Dalam perjalanan, lanjut Jason, korban kembali mengalami muntah sebanyak dua kali. Para taruna terus melakukan pemantauan kondisi korban sembari berkomunikasi dengan orang tua korban yang turut mendampingi di dalam kendaraan.
Setibanya di pos kesehatan Polda Aceh, korban langsung mendapatkan penanganan awal dan mengganti pakaiannya dengan selimut hangat untuk mencegah hipotermia.
Setelah ambulans tiba, korban kemudian merujuk ke Rumah Sakit Umum Aceh Tamiang untuk perawatan lebih lanjut.
Sementara itu, taruna Akpol lainnya membantu menenangkan keluarga korban dan memberikan keterangan kronologis kepada tenaga medis terkait kondisi awal korban saat menyelamatkan hingga proses evakuasi.
“Kami hanya menjalankan apa yang sudah menjadi nilai dasar kami sebagai calon anggota Polri, yaitu hadir dan membantu masyarakat dalam situasi darurat,” imbuh Jason.
Hingga tiba di IGD RSU Aceh Tamiang, korban di laporkan mulai sadar dan dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
“Setelah memastikan korban mendapatkan penanganan medis lanjutan, para taruna berpamitan kepada keluarga korban untuk kembali ke tempat tinggal sementara mereka,” tandas putra mantan Dirreskrimum Polda Lampung tersebut.
Para Taruna Akpol terlibat dalam upaya pertolongan terhadap korban Dio Haikal ini meliputi Muhammad Fahir, Jason Moreno Nanggala Hutagalung, Davindra Nur Oktafansyah, Tribrata Putra Sambo, Raihan Aprilianto, Dino Surya Wijaya, Boni Arga Satyaka Rineksa Sihombing.








