Bandar Lampung (Lampost.co) — Memasuki bulan kedua di tahun 2026, Mojang Studios kembali memberikan kejutan besar bagi komunitas sandbox melalui perilisan Snapshot 26.1. Sebagai bagian dari kampanye Game Drop Februari 2026, pembaruan ini tidak hanya sekadar menambah konten visual. Namun, pembaruan ini juga melakukan perombakan fundamental pada mekanik mining atau penggalian yang selama ini menjadi tulang punggung permainan.
Mekanik Fracture: Penggalian Berbasis Ketahanan Blok
Perubahan paling mencolok dalam Snapshot 26.1 adalah diperkenalkannya Fracture Mechanics. Kini, blok yang berada di bawah level Y-0 memiliki atribut “ketegangan geologis”. Jika pemain melakukan mining secara sembarangan di area yang luas, terdapat risiko runtuhan kecil atau Fracture yang dapat merusak blok ore di sekitarnya menjadi Cobbled material yang kurang bernilai.
Mekanik ini memaksa pemain untuk menggunakan pola penggalian yang lebih rapi atau memanfaatkan alat baru yang diperkenalkan dalam drop ini. Hal ini sekaligus menjawab keinginan pemain veteran yang menginginkan pengalaman mining yang lebih imersif dan berisiko di level kedalaman ekstrem.
Kehadiran Silver Ore dan Topaz: Diversifikasi Material 2026
Setelah sekian lama menjadi permintaan komunitas, Silver Ore (Bijih Perak) akhirnya resmi hadir secara vanilla. Berbeda dengan Iron atau Gold, Perak memiliki kegunaan khusus dalam sistem Redstone baru dan pembuatan alat deteksi mineral (Ore Tracker). Selain Perak, material Topaz juga mulai muncul di biome Stony Peaks dan gua-gua kristal terbaru.
Berikut adalah poin-poin penting dari material baru tersebut:
- Silver Ore: Ditemukan pada level menengah, digunakan untuk membuat kabel Redstone yang tahan air dan alat makan anti-mob.
- Topaz: Kristal langka yang berfungsi meningkatkan durabilitas peralatan melalui Smithing Table.
- Bedrock Fragments: Fitur eksperimental yang memungkinkan pemain mengumpulkan serpihan Bedrock menggunakan alat khusus bertenaga Respawn Anchor untuk memperkuat pertahanan markas.
Peningkatan Teknis dan Optimalisasi 4GB RAM
Secara teknis, Snapshot 26.1 juga membawa perubahan besar pada performa game. Mojang secara resmi meningkatkan alokasi memori default (JVM Options) dari 2GB menjadi 4GB RAM untuk versi Java Edition. Langkah ini diambil guna mendukung algoritma pencahayaan baru yang lebih dinamis serta rendering biome yang lebih kompleks.
Penggunaan Z Garbage Collector (ZGC) sebagai standar baru juga menjanjikan framerate yang lebih stabil bagi pemain, terutama saat melakukan penggalian cepat di area yang padat dengan entitas seperti gua-gua besar yang kini dihuni oleh varian mob bayi terbaru.
Kesimpulan: Masa Depan Mining yang Lebih Menantang
Snapshot 26.1 membuktikan bahwa di tahun 2026, Minecraft masih mampu berevolusi pada aspek-aspek dasarnya. Meskipun mekanik Fracture mungkin akan terasa sulit bagi pemain baru, namun kedalaman strategi yang ditawarkan memberikan napas baru bagi siklus gameplay mining. Game Drop Februari ini menjadi fondasi yang kuat sebelum pembaruan besar v1.23 yang dijadwalkan meluncur pada pertengahan tahun ini.
Bagi para pemain yang ingin mencoba fitur ini, Snapshot 26.1 sudah tersedia untuk diunduh melalui Minecraft Launcher dengan mengaktifkan opsi Experimental Features pada tab instalasi.








