Krui (lampost.co)–Misteri penemuan mayat dalam kondisi tidak utuh yang sempat menggemparkan warga di Pantai Lentera, Pekon Walur, Kecamatan Krui Selatan, akhirnya menemui titik terang. Berdasarkan hasil pemeriksaan sidik jari forensik pada Senin, 2 Februari 2026, korban berhasil teridentifikasi sebagai warga lokal Pesisir Barat.
Data menyebutkan bahwa korban bernama Sukirman (53), seorang pria yang berprofesi sebagai petani. Korban diketahui tercatat sebagai warga Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat. Sukirman merupakan pria kelahiran Kediri pada 9 September 1972.
Sebelumnya, masyarakat geger dengan penemuan sesosok jasad laki-laki yang terdampar di pinggir pantai dekat kawasan pepohonan pada Minggu sore, 1 Februari 2026. Kondisi jasad sangat mengenaskan; tanpa kepala dan tanpa kaki sebelah kiri, serta kulit yang sudah memucat akibat terendam air laut.
Peristiwa ini mendadak viral setelah video penemuan jasad tersebut beredar luas di media sosial. Kondisi jasad yang tidak utuh memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat, mulai dari dugaan korban kecelakaan laut hingga dugaan tindak pidana pembunuhan.
Seorang warga sekitar, Udin, mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir tidak ada laporan mengenai warga hilang di lingkungannya. “Ada yang hanyut kemarin, tetapi rata-rata ditemukan semua. Tidak ada yang tidak ketemu,” ujarnya memberikan kesaksian di lokasi kejadian. Ia pun sempat menduga bahwa korban merupakan korban kejahatan yang dibuang ke laut.
Olah TKP
Pihak kepolisian bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kasi Humas Polres Pesisir Barat, Ipda Ahiruddin, mengonfirmasi penemuan tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian masih mendalami kronologi kejadian.
“Betul, telah ditemukan mayat laki-laki tanpa kepala dan kaki sebelah kiri di Pantai Lentera, Walur. Untuk informasi lengkapnya, kami masih menunggu laporan resmi dan hasil pemeriksaan lebih lanjut dari tim medis dan penyidik,” ujar Ipda Ahiruddin.
Meskipun identitas sudah terungkap melalui metode sidik jari, pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Hingga saat ini, polisi belum memberikan pernyataan resmi mengenai ada atau tidaknya tanda-tanda kekerasan pada bagian tubuh korban yang tersisa.
Aparat mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi dan mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Saat ini, jenazah tengah ditangani oleh pihak medis guna proses pemulasaraan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di Kecamatan Lemong.








