Bandar Lampung (Lampost.co) – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memprediksi ada 778.67 ribu orang bergerak dari Jakarta – Bogor – Depok Tangerang – Bekasi (Jabodetabek) menuju Provinsi Lampung.
Hal tersebut berdasarkan hasil survei potensi pergerakan angkutan lebaran 2026. Data ini tersampaikan saat rapat Kesiapan Angkutan Lebaran Tahun 1447 H/2025 M di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Selasa, 17 Februari 2026.
Kemudian Lampung masuk 5 besar tujuan pergerakan orang ketika lebaran 2026 dari Jabodetabek. Posisi pertama ada Jawa Tengah (10,66 juta). Kemudian disusul Jawa Barat (4,37 juta), Jawa Timur (3,37 juta), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (1,85 juta).
Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi berkomitmen pergerakan orang dan kendaraan dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dapat terlayani dengan baik. Ia pun belajar dari pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya.
“Kita mempersiapkan segala sesuatunya belajar dari tahun-tahun sebelumnya, dari mulai tahun 2024, 2025. Alhamdulillah, kita bisa melakukan pengaturan dengan baik dan harapannya di tahun 2026 kita bisa melakukan dengan lebih baik lagi,” katanya.
Kemudian Kementerian Perhubungan berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai Kementerian, Lembaga, dan stakeholders terkait. Koordinasi agar terbentuk sinkronisasi yang lebih baik antar pengambil kebijakan dalam kelancaran pelaksanaan angkutan Lebaran 2026.
Angkutan Lebaran
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sambogo mengatakan pada angkutan Lebaran terdiri dari tersebar di Stasiun Kereta Api Tanjungkarang, pesawat di Bandara Raden Intan, bus di Terminal Rajabasa dan kapal di Pelabuhan Bakauheni.
Pada 2024 kemarin, ada 1.694.007 penumpang (H-7 dan H+7). Kemudian tahun 2025 ada 1.694.484 penumpang (H-7 hingga H+7). Sementara ketika natal dan tahun baru, pada 2024-2025 ada 719.292 penumpang. Sementara pada 2025-2026 ada 800.784 penumpang (H-7 hingga H+10)
“Puncak pergerakan arus mudik terjadi pada 18-20 Maret 2026 dan puncak arus balik terjadi pada 24–27 Maret 2026,” katanya.








