Lisbon (Lampost.co)–Real Madrid berhasil mencuri kemenangan krusial saat bertandang ke markas Benfica pada laga leg pertama babak play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026. Bertanding di Estadio da Luz, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB, Los Blancos menang tipis 1-0 lewat gol tunggal Vinicius Junior.
Kemenangan ini menjadi pembalasan manis bagi skuad asuhan Alvaro Arbeloa setelah pada Januari lalu mereka sempat dilumat Benfica 4-2 di tempat yang sama pada fase liga. Namun, laga kali ini tidak hanya menyajikan duel taktik, tapi juga drama panas yang melibatkan protokol anti-rasisme hingga kartu merah untuk pelatih tuan rumah, Jose Mourinho.
Jalannya Pertandingan
Benfica yang mendapat dukungan penuh publik Da Luz langsung menekan sejak menit awal. Pelatih Jose Mourinho menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain agresif guna mengulang kesuksesan bulan lalu.
Baca juga: Galatasaray Hancurkan Juventus 5-2 di Leg Pertama Play-off Liga Champions
Tuan rumah mendapat peluang emas pertama didapat melalui sundulan Tomas Araujo pada menit ke-16. Namun, kiper Real Madrid Thibaut Courtois tampil sigap mengamankan bola.
Real Madrid perlahan mulai keluar dari tekanan. Arda Guler dan Kylian Mbappe beberapa kali melepaskan tembakan jarak jauh yang merepotkan Anatoliy Trubin. Meski kedua tim saling jual beli serangan, skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-50. Berawal dari skema serangan balik cepat, Kylian Mbappe memberikan assist matang kepada Vinicius Junior di sisi kiri. Pemain asal Brasil itu melakukan aksi individu sebelum melepaskan sepakan melengkung indah ke pojok kanan gawang Benfica yang gagal Trubin jangkau. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan tim tamu.
Drama Rasisme dan Kartu Merah
Sesaat setelah gol tercipta, atmosfer pertandingan berubah mencekam. Vinicius Junior melaporkan adanya dugaan ujaran rasisme dari pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni. Hal ini memicu ketegangan di lapangan hingga wasit Francois Letexier asal Prancis terpaksa menghentikan pertandingan selama sekitar 10 menit untuk menjalankan protokol anti-rasisme UEFA.
Tensi tinggi berlanjut hingga menit-menit akhir. Di pinggir lapangan, Jose Mourinho terlibat adu mulut hebat dengan staf kepelatihan Real Madrid. Akibat protes yang berlebihan dan tindakan provokatif, wasit akhirnya mengganjar The Special One dengan kartu merah pada menit ke-85, memaksa pelatih asal Portugal itu meninggalkan lapangan lebih awal.
Modal Berharga Menuju Bernabeu
Meski Benfica terus menggempur pertahanan Madrid di masa injury time, kedisiplinan barisan belakang yang digalang Antonio Rudiger memastikan clean sheet bagi Los Blancos. Hasil 1-0 ini menjadi modal sangat berharga bagi Real Madrid. Mereka akan menjamu Benfica di Santiago Bernabeu pada leg kedua, 26 Februari 2026 mendatang.
Real Madrid hanya membutuhkan hasil imbang di kandang sendiri untuk memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions musim ini. Sementara itu, Benfica memikul misi berat. Mereka harus menang dengan selisih dua gol tanpa kehadiran Mourinho di pinggir lapangan pada leg kedua nanti.
Susunan Pemain:
Benfica (4-2-3-1): Anatoliy Trubin; Amar Dedic, Tomas Araujo, Nicolas Otamendi, Samuel Dahl; Leandro Barreiro, Fredrik Aursnes; Gianluca Prestianni, Rafa, Andreas Schjelderup; Vangelis Pavlidis.
Real Madrid (4-4-2): Thibaut Courtois; Trent Alexander-Arnold, Antonio Rudiger, Dean Huijsen, Alvaro Carreras; Arda Guler, Federico Valverde, Aurelien Tchouameni, Eduardo Camavinga; Kylian Mbappe, Vinicius Junior.







