Bandar Lampung (Lampost.co) — Kawasan Festival Jelajah Rasa di sekitar Shuttle Bus Universitas Lampung (Unila) mendadak berubah menjadi lautan manusia saat memasuki waktu sore menjelang berbuka puasa.
Fenomena ‘war takjil’ benar-benar terasa di sini, di mana ratusan mahasiswa hingga warga sekitar rela berdesakan demi mengamankan menu buka puasa favorit mereka.
Meski masih sore hari, para pemburu takjil terpantau sudah memadati stand-stand makanan sejak pukul 16.00 WIB.
Mulai dari minuman segar seperti es buah dan es teler, hingga camilan berat seperti dimsum, batagor, dan aneka gorengan menjadi incaran utama.
“Kalau enggak datang cepat, pasti enggak kebagian. Apalagi kalau mau beli risol mayo atau es teler pasti antrenya panjang banget,” ujar Alifia (21), salah satu mahasiswa Unila yang ikut berburu takjil.
Kawasan Festival Jelajah Rasa Unila memang menjadi primadona karena menawarkan variasi kuliner yang sangat beragam. Tentunya dengan harga yang ramah di kantong.
Baca Juga:
Ini Tujuh Rekomendasi Tempat Ngabuburit di Lampung
Cepat Habis
Tingginya antusiasme masyarakat ini juga membawa berkah tersendiri bagi para pedagang.
Banyak pedagang yang mengaku dagangannya ludes hanya dalam waktu kurang dari dua jam. Hal ini membuktikan bahwa event Festival Jelajah Rasa tidak hanya menjadi pusat hiburan. Tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif bagi UMKM di sekitar kampus.
“Saya bersyukur dari event ini, jadi ada tambahan pemasukan untuk keluarga,” ujar Agus (38), salah satu penjual es buah.
Fauzan Al Djabar/Magang







