Bandar Lampung (lampost.co)–Pemerintah Provinsi Lampung resmi memulai penyusunan rencana strategis melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2027. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa tahun 2027 merupakan momentum kunci untuk mempercepat reformasi birokrasi dan menyelaraskan regulasi dengan dinamika pembangunan.
Dalam forum tersebut Pemprov Lampung mencatatkan prestasi gemilang pada indikator makro ekonomi. Pertumbuhan ekonomi daerah melonjak stabil di angka 5,28 persen. Capaian paling mencolok adalah turunnya angka kemiskinan menjadi 9,66 persen yang merupakan rekor sejarah bagi Lampung karena berhasil menyentuh angka single digit.
Meski mencatatkan hasil positif Marindo memberikan catatan strategis bahwa kantong kemiskinan masih mendominasi wilayah perdesaan. Hal ini menjadi alasan kuat mengapa fokus pembangunan masa depan akan lebih banyak menyasar desa.
“Sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci. Kita ingin memastikan setiap kebijakan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di desa,” ujar Marindo Kurniawan.
Sinergi Program Prioritas Nasional
Pemprov Lampung mengarahkan perencanaan RKPD 2027 untuk mendukung penuh agenda prioritas nasional. Tiga fokus utama di seluruh kabupaten/kota meliputi Program Makan Bergizi Gratis untuk peningkatan kualitas SDM.
Kemudian, pembangunan 3 juta rumah guna memenuhi kebutuhan hunian layak warga. Ketiga, pemeriksaan kesehatan gratis secara masif dan merata.
Marindo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan masukan konstruktif dalam menyusun dokumen perencanaan yang adaptif. Walaupun terdapat keterbatasan anggaran pemerintah daerah tetap berkomitmen menciptakan kebijakan yang memiliki dampak luas bagi kesejahteraan warga Lampung secara berkelanjutan.
Melalui forum ini Pemprov Lampung optimis dapat menyusun program kerja yang tidak hanya kuat secara administratif tetapi juga efektif dalam menjawab tantangan di lapangan.







