Kalianda (Lampost.co): Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Lampung Selatan (Lamsel) mencatat realisasi investasi tahun 2025 menembus Rp3,04 triliun. Angka itu melampaui target yang mereka tetapkan sebesar Rp2,64 triliun.
Kepala DPMPPTSP Lampung Selatan, Rio Gismara, menyampaikan langsung capaian tersebut di Kalianda, Rabu. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan investasi di daerahnya terus menunjukkan arah yang menggembirakan.
“Realisasi investasi Kabupaten Lampung Selatan tahun 2025 melampaui target. Hingga akhir Triwulan IV 2025 nilai investasi tercatat mencapai Rp3,04 triliun atau 115 persen dari target Rp2,64 triliun,” kata Rio.
Ia menilai capaian tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun iklim usaha yang ramah investor. Ia menegaskan jajarannya terus menghadirkan kemudahan layanan perizinan agar pelaku usaha dapat menjalankan proses administrasi secara cepat dan transparan.
Rio juga menekankan komitmen Bupati Lampung Selatan dalam menyederhanakan serta mempercepat proses perizinan. Menurutnya, kebijakan tersebut mendorong peningkatan minat investor untuk menanamkan modal di berbagai sektor strategis di wilayah itu.
Selain membenahi perizinan, DPMPPTSP Lampung Selatan aktif mempromosikan peluang investasi. Rio menjelaskan bahwa pihaknya menjalankan strategi jemput bola dengan mendatangi dan memperkenalkan langsung potensi daerah kepada investor nasional.
“Komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif terus kami jaga melalui kemudahan perizinan dan promosi yang aktif,” ujarnya.
Dari sisi sektoral, Rio memaparkan bahwa investasi tahun 2025 didominasi sektor listrik, gas dan air, industri makanan, serta perdagangan dan reparasi. Aktivitas investasi tersebut menyerap 4.209 tenaga kerja sepanjang tahun berjalan. Angka itu menunjukkan kontribusi nyata investasi terhadap penciptaan lapangan kerja di Lampung Selatan.
Capaian tersebut menempatkan Lampung Selatan sebagai kabupaten dengan realisasi investasi tertinggi di Provinsi Lampung pada 2025. Meski demikian, nilai investasi daerah ini masih berada di bawah Kota Bandar Lampung yang mencatatkan Rp3,83 triliun.
Lonjakan investasi tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara langsung. Pemerintah daerah memanfaatkan momentum ini untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Fokus
Memasuki 2026, pemerintah kabupaten mengarahkan fokus investasi pada pengembangan Kota Kalianda dan wilayah sekitarnya. Pemerintah menyiapkan kawasan itu sebagai wajah ibu kota kabupaten sekaligus destinasi pariwisata unggulan.
“Fokus di tahun 2026 tetap mengarah ke sektor pariwisata untuk mengembangkan Kota Kalianda dan sekitarnya sebagai wajah ibukota serta membranding sebagai kawasan pariwisata premium,” tegas Rio.
Selain sektor pariwisata, pemerintah daerah terus mempromosikan potensi industri pengolahan dan sektor hospitality sesuai karakteristik masing-masing wilayah. Pemerintah ingin mengoptimalkan kekuatan lokal agar setiap kawasan memiliki daya saing yang jelas.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya mengejar angka investasi semata. Pemerintah menargetkan kualitas investasi yang memberikan dampak ekonomi luas, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta memperkuat sektor unggulan daerah. Dalam agenda prioritas kepala daerah, pemerintah juga mendorong pengembangan agroeduwisata sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.







