Gunungsugih (Lampost.co) — Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai NasDem, Miswan Rody mendapati adanya upaya manipulasi distribusi stok BBM jenis solar di SPBU di Kelurahan Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah.
Upaya tipu-tipu tersebut dilakukan dengan cara memasang papan pengumuman bahwa stok BBM jenis solar (bersubsidi) telah habis di SPBU tersebut. Namun faktanya, ditemukan stok solar mencapai 6.000 liter.
“Kebetulan saya tadi sedang mengantre mau isi Pertamina Dex di SPBU Seputih Jaya. Jelas banget ada tulisannya solar kosong. Lalu ada kendaraan colt diesel mau isi solar, oleh petugas tegaskan bahwa sedang kosong,” kata Miswan Rody, Jumat, 27 Februari 2026.
Baca Juga:
Pemprov Lampung Minta Percepatan Distribusi Tambahan Kuota Solar
Lanjutnya, tidak lama berselang usai melihat dan mendengar adanya pernyataan bahwa BBM jenis solar sedang kosong dari petugas SPBU itu. Terdapat sebuah kendaraan yang langsung menyerobot antrean dan mengisi BBM jenis solar, dengan mengaku sebagai anggota dewan.
“Fakta yang saya peroleh, bahwa tidak lama dari saya dengar petugas menginformasikan kepada sopir colt diesel jika solar kosong. Lalu ada sebuah mobil menyerobot antrean, dan mengisi BBM jenis solar, dengan mengaku sebagai anggota dewan. Selanjutnya, petugas SPBU melayani pembelian solar kepada seorang yang mengaku sebagai anggota dewan. Saya tanya kepada mereka, siapa itu. Jawabnya anggota dewan. Ternyata orang itu bukan anggota dewan,” jelasnya.
Selanjutnya, Miswan Rody langsung mempertanyakan peristiwa itu kepada petugas yang berwenang di SPBU Seputih Jaya. Ia memastikan bahwa praktik semacam itu tidak diperbolehkan.
“Saya langsung melakukan klarifikasi kepada pihak SPBU, faktanya masih ada stok sebanyak 6.000 liter. Harusnya jika stok solarnya ada, jangan bilang kosong ke masyarakat, sampaikan yang sebenarnya. Mereka sudah untung banyak, apa lagi yang di cari. Rakyat yang miskin tidak merasa kekurangan, masak yang kaya pengen selalu nambah, dan selalu merasa kurang. Stok solar masih ada tapi masyarakat tidak dilayani, apapun alasanya ini menyalahi,” tegasnya.
“Saya akan tindak lanjuti, sampai ke tingkat provinsi. Akan segera kami diskusikan, yang pasti saya kecewa, dengan adanya fakta yang saya temukan hari ini,” ungkapnya.
Minta Maaf
Sementara Doni, selaku petugas SPBU Seputih Jaya, meminta maaf atas pelayanan yang terjadi di SPBU setempat. Ia menerangkan bahwa stok BBM jenis solar masih tersedia.
“Pak Miswan kecewa dengan pelayanan kami di sini, kami minta maaf. Ini kelalaian kami,” jelasnya kepada awak media.
Ia menerangkan bahwa pemberitahuan kekosongan BBM jenis solar diberlakukan karena pihak SPBU kekurangan operator. Satu dari lima orang operator sedang mengikuti training. Selain itu juga sembari menunggu pengiriman BBM jenis solar datang.
“Stok masih ada, kalau hari ini masih enam ton. Dari kantor kita restan tiga ton untuk pengisian tangki biar mesin tidak rusak. Operator ada yang sedang training, ada lima orang operator, kurang satu. Pikir kami karena operatornya kurang, pikiran kita nanti (melayani BBM solar). Harusnya kita jual jam 2, kasian operatornya karena kurang. Maka kita off kan sambil nunggu minyak datang,” paparnya.








