Bandar Lampung (Lampost.co)—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan akan mengawasi ketat seluruh operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya. Langkah preventif ini guna meminimalisasi risiko kasus keracunan makanan yang melibatkan program pemenuhan gizi masyarakat.
Poin penting:
- Pemprov Lampung perketat pengawasan SPPG pasca-dugaan keracunan.
- 33 warga terdampak, BPOM lakukan uji laboratorium.
- Imbauan tingkatkan higienitas dan sanitasi dapur.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan keterlibatan Pemerintah Provinsi dalam pengawasan adalah hal yang mutlak. Ia meminta seluruh pengelola SPPG mematuhi ketetapan standar operasional prosedur (SOP) tanpa toleransi.
“Sudah pasti Pemerintah Provinsi Lampung ikut serta melakukan pengawasan ketat terhadap SPPG. Semua aturan yang ada dalam SPPG itu harus dilakukan serta harus disiplin dalam pelaksanaan operasionalnya, karena ini menyangkut kesehatan masyarakat,” ujar Marindo Kurniawan di Bandar Lampung, Sabtu (28/2/2026).
Baca juga: DPRD Lampung Desak Standardisasi Dapur Makan Bergizi Gratis
Terkait insiden dugaan keracunan makanan yang terjadi di wilayah Menggala Tengah, Kabupaten Tulangbawang, Marindo memastikan para korban telah mendapatkan penanganan medis yang optimal. Ia juga terus memantau perkembangan kondisi warga yang terdampak.
Pemerintah Kabupaten Tulangbawang sudah bergerak cepat melakukan tindakan karena kejadian berada di wilayah mereka. “Untuk pembaruan data dan perkembangan terbaru, kami akan terus melakukan pengecekan secara berkala,” ujarnya.
Informasi yang Antara himpun menyebutkan 33 orang warga di Tulangbawang mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, hingga diare akut. Para korban terdiri dari lima orang balita, 14 anak-anak, satu lansia, dan 13 orang dewasa.
Dugaan kuat mengarah pada konsumsi telur asin yang masuk paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dapur SPPG Menggala Tengah sajikan pada Selasa (24/2/2026). Selain telur asin, paket tersebut berisi roti produksi mandiri, wafer, dan buah jeruk.
Baca juga: Satgas MBG Lampung Pastikan Menu Ramadan 2026 Layak dan Bergizi
Hingga saat ini, puluhan warga tersebut masih menjalani perawatan intensif di RSUD Menggala. Sementara itu, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ambil untuk menjalani uji laboratorium guna memastikan kandungan penyebab gangguan kesehatan tersebut.
Pemerintah Provinsi Lampung mengimbau seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di kabupaten/kota lain meningkatkan higienitas dan sanitasi dalam proses pengolahan makanan guna menghindari kejadian serupa pada masa mendatang.








