Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengajak semua pihak bersinergi membangun Bumi Ruwa Jurai. Hal ini karena pembangunan tersebut membutuhkan pendekatan hexahelix.
“Pembangunan Lampung membutuhkan pendekatan hexahelix. Ini yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan unsur hukum,” kata Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.
Ia meminta agar segera dibentuk tim kerja bersama antara OPD terkait dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Lampung untuk menindaklanjuti kerja sama konkret. Termasuk peluang riset, program KKN tematik, serta penguatan ekosistem ekonomi desa.
“Semangat di Lampung ini banyak sekali. Tugas kami adalah mengumpulkan dan mengkoordinasikan semangat itu agar bergerak dalam satu arah yang sama memajukan Provinsi Lampung,” katanya.
Kemudian ia menyoroti persoalan mendasar pembangunan Lampung, yakni tingginya angka putus sekolah yang mencapai sekitar 30.000 anak per tahun serta terbatasnya kapasitas pendidikan vokasi.
“Ekonomi tidak akan tumbuh kalau SDM kita tertinggal. Karena itu, kami butuh dukungan akademisi dan alumni untuk memperkuat pendidikan vokasi desa, riset pakan ternak berbasis komoditas lokal, serta pendampingan tata kelola BUMDes,” tegasnya.
Sampaikan Apresiasi
Sementara itu, Ketua Kagama Lampung, Qudrotul Ikhwan menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Pemerintah Provinsi Lampung dalam membangun ruang kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan.
“Kami melihat banyak program pemerintah yang sangat baik. Tetapi di lapangan sering terkendala pada aspek pendampingan dan perubahan mindset. Di sinilah Kagama ingin hadir, memastikan program itu tidak berhenti sebagai proyek, tetapi menjadi gerakan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga mengatakan pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Kagama Lampung.
Hal ini dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berbasis komoditas unggulan, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.








