Bandar Lampung (lampost.co)–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat pengawasan penyaluran Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayahnya. Langkah ini untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat selama bulan Ramadan hingga Idulfitri 2026 tetap terpenuhi tanpa kendala.
Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Provinsi Lampung Sopian Atiek menyatakan bahwa pemantauan secara berkala setiap tiga bulan. Namun, untuk triwulan pertama tahun 2026 ini, pengawasan ditingkatkan secara khusus guna mengantisipasi lonjakan konsumsi menjelang hari raya.
“Kami sudah melakukan rapat bersama tim pengawasan untuk memastikan penyaluran tidak ada kendala, terutama menjelang Lebaran 2026,” ujar Sopian di Bandar Lampung, baru-baru ini.
Pertamina melalui Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 ikut berperan aktif dalam mengawal distribusi energi. Selain mengawasi penyaluran, pihak Pertamina juga telah menyiapkan skema penambahan stok jika terjadi kekurangan di titik-titik tertentu.
Layanan Siaga Energi di Lampung:
-
SPBU Siaga: 96 unit
-
Agen LPG Siaga: 48 titik
-
Kios Pertamina Siaga: 2 titik
-
Layanan Motoris: 7 unit
-
Mobile Storage: 7 unit
Adanya layanan tambahan seperti unit motoris dan penyimpanan bergerak (mobile storage) diharapkan dapat menjadi solusi cepat jika terjadi hambatan distribusi di jalur padat pemudik. Melalui koordinasi lintas sektoral yang ketat, Pemprov Lampung optimis stabilitas energi di tingkat desa hingga kota akan tetap terjaga.
Dengan pengawasan yang dilakukan secara menyeluruh di 15 kabupaten dan kota, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan penimbunan atau pembelian secara berlebihan karena stok dipastikan aman oleh pemerintah dan Pertamina. (ANT)








