Panaragan (Lampost.co)– Wakil Bupati Tulangbawang Barat Nadirsyah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan peluang kerja yang dibuka perusahaan perkebunan tebu Sugar Group Companies (SGC). Hal tersebut dia sampaikan saat menghadiri kegiatan sosialisasi peluang kerja bagi masyarakat di Balai Tiyuh Sumberrejo, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat, Kamis (12/03/2026).
Sosialisasi ini bertujuan memberikan informasi sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat Tubaba melalui kemitraan dengan perusahaan di sektor perkebunan tebu. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapat penjelasan mengenai sejumlah posisi pekerjaan yang tersedia. Antara lain operator grab loader, operator traktor, mill boiler, process house, serta tenaga penebang tebu dengan sistem tebang ikat harian.
Baca juga: SGC Buka Puluhan Ribu Lapangan Kerja untuk Percepat Kamandirian Pangan
Wakil Bupati Tulangbawang Barat Nadirsyah menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya bersama antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan dalam membuka akses lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat terus mendorong berbagai bentuk kerja sama dengan dunia usaha agar masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup.
Menurutnya, tawaran peluang kera oleh perusahaan seperti SGC perlu masyarakat manfaatkan dengan baik. Khususnya bagi warga yang sedang mencari pekerjaan.
“Pemerintah daerah tentu menyambut baik kegiatan sosialisasi ini karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya serta bekerja dengan penuh tanggung jawab dan disiplin,” ujar Nadirsyah.
Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya peluang kerja tersebut, dia harapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Sekaligus mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Tulangbawang Barat.
Upah Pekerja
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan SGC, Ir. Sulis Prapto, menjelaskan mengenai potensi penghasilan bagi para pekerja mitra penebang tebu. Pihak perusahaan menyampaikan bahwa estimasi penghasilan yang dapat pekerja peroleh sekitar Rp121.909 per hari. Apabila bekerja selama 25 hari dalam satu bulan, maka estimasi penghasilan yang diterima sekitar Rp3.047.725. Sedangkan jika bekerja hingga 30 hari dalam satu bulan, maka penghasilannya dapat mencapai sekitar Rp3.657.270.
Selain potensi penghasilan tersebut, perusahaan juga memberikan sejumlah fasilitas bagi pekerja tebang ikat harian. Antara lain pekerja akan perusahaan daftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan kerja. Peralatan kerja berupa golok juga perusahaan sediakan dengan sistem piniam kepada para pekerja.
Untuk mendukung mobilitas menuju lokasi kerja, perusahaan juga memberikan uang transportasi sebesar Rp20.000 per hari. Uang tersebut perusahaan bayarkan setiap satu minggu sekali kepada pemilik kendaraan atau pihak yang bertanggung jawab mengantar rombongan pekerja.
Adapun sistem kerja yang perusahaan terapkan bersifat lepas atau borongan. Di mana satu rombongan pekerja dalam satu mobil mendapatkan nilai borongan sebesar Rp420.000. Dengan penyerahan kepada pemilik mobil atau penanggung jawab rombongan untuk kemudian dibagi kepada para pekerja.
Syarat Melamar Pekerjaan
Pihak perusahaan juga menjelaskan sejumlah persyaratan bagi pelamar. Antara lain sehat jasmani dan rohani, berusia maksimal 45 tahun, memiliki nomor WhatsApp aktif, serta memenuhi ketentuan lain sesuai dengan posisi pekerjaan yang dilamar.
Masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti sosialisasi tersebut. Mereka juga mendapat kesempatan untuk bertanya langsung terkait mekanisme pendaftaran, persyaratan administrasi, hingga sistem kerja yang akan dijalankan.
Selain mendapat kesempatan mendengarkan langsung pemaparan yang disampaikan SGC, semua warga Sumberrejo yang hadir juga mendapat bingkisan berupa gula dan nasi padang. Dengan gembira mereka membawa pulang bingkisan tersebut.
“Saya bawa pulang, karena saya pakai buka puasa dengan keluarga di rumah. Saya juga mau daftar jadi buruh tebang ikat harian. Doakan ya semoga diterima,” kata Erni.
Melalui kegiatan sosialisasi ini masyarakat Kabupaten Tulangbawang Barat diharapkan dapat memperoleh informasi yang jelas mengenai peluang kerja yang tersedia. Sekaligus membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat di daerah tersebut. (E1)
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News








