Lampung Selatan (Lampost.co)–Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Lampung memberikan penjelasan resmi terkait kendala keterlambatan sandar kapal di Pelabuhan Bakauheni pada masa arus mudik Lebaran 2026. Kondisi ini dipicu adanya penambahan signifikan jumlah armada yang beroperasi untuk melayani pemudik.
Koordinator Satuan Pelayanan Wasatpel Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni BPTD Kelas II Lampung, Trimoyo, menjelaskan penambahan kapal yang menuju Bakauheni berdampak pada kepadatan antrean di area dermaga. Hal ini Trimoyo sampaikan di Lampung Selatan, Kamis (19/3/2026).
“Iya, alasan keterlambatan tersebut karena adanya penambahan kapal dari Pelabuhan Ciwandan dan BBJ Bojonegara. Seluruh armada tersebut sandar ke Pelabuhan Bakauheni, sehingga terjadi antrean tunggu untuk masuk ke dermaga,” kata Trimoyo.
Baca juga: Antisipasi Keterlambatan Sandar Kapal, ASDP Bakauheni Perkuat Koordinasi Lintas Sektoral
Klarifikasi Berita Viral
Penjelasan ini sekaligus menanggapi informasi yang sempat viral di media sosial mengenai keterlambatan sandar kapal di Bakauheni pada Kamis pagi. Dalam unggahan yang beredar menyebutkan kapal mengalami keterlambatan hingga delapan jam. Namun, berdasarkan data kronologi BPTD, informasi tersebut tidak benar.
Sebagai contoh, Trimoyo memaparkan kronologi perjalanan KMP Wira Qaila yang mengangkut pemudik sepeda motor. Kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Ciwandan pukul 05.06 WIB dengan kecepatan 9 knot. Tiba di depan Pulau Rimaubalak pada pukul 07.06 WIB.
Kapal kemudian harus menunggu di jalur masuk karena terdapat KMP Nitya dari Pelabuhan Merak yang masuk jalur pada pukul 07.50 WIB dan baru selesai melakukan proses bongkar muat serta bertolak kembali pada pukul 09.19 WIB.
KMP Wira Qaila baru mendapat instruksi masuk alur pada pukul 09.30 WIB dan berhasil sandar dengan sempurna di dermaga pada pukul 10.10 WIB. Berdasarkan data tersebut, waktu tunggu yang terjadi masih dalam batas operasional dan tidak mencapai delapan jam seperti yang media sosial klaim.
Baca juga: H-1 Lebaran, Pelabuhan Bakauheni Dipadati Pemudik
Total 45 Kapal Beroperasi
Kepadatan di dermaga Bakauheni merupakan konsekuensi dari upaya pemerintah mengurai kemacetan di Pelabuhan Merak. BPTD mencatat terdapat total 45 kapal yang beroperasi menuju Pelabuhan Bakauheni pada puncak arus mudik ini.
Perincian armada tersebut terdiri dari 31 kapal yang melayani rute Merak-Bakauheni. Kemudian, 8 kapal dari rute Ciwandan-Bakauheni serta 6 kapal dari BBJ Bojonegara-Bakauheni. Penumpukan ini terjadi semata-mata karena keterbatasan jumlah dermaga daripada volume kapal yang datang secara bersamaan.
Langkah penambahan kapal ini memang untuk mempercepat pengangkutan penumpang dari Jawa ke Sumatra, namun dampaknya terjadi antrean sandar di sisi Bakauheni. “Kami terus berupaya mengoptimalkan waktu bongkar muat agar antrean tidak makin memanjang,” ujarnya.







