Jakarta (Lampost.co)–Pelatih anyar Tim Nasional Indonesia, John Herdman, mengaku sudah tidak sabar untuk merasakan magis sesungguhnya dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Menjelang laga penutup FIFA Series 2026 melawan raksasa Eropa, Bulgaria, Senin (30/3/2026) malam, pelatih berkebangsaan Inggris tersebut melontarkan pujian setinggi langit untuk stadion kebanggaan rakyat Indonesia tersebut.
Meski baru memimpin skuad Garuda dalam satu pertandingan kandang saat menggilas Saint Kitts dan Nevis 4-0, Jumat (27/3/2026) lalu, Herdman merasa energi yang terpancar dari tribune penonton sangat luar biasa. Padahal, saat itu stadion “hanya” terisi sekitar 26 ribu suporter. Menghadapi Bulgaria, ia berharap jumlah penonton bisa melonjak mendekati kapasitas penuh 70 ribu kursi guna memberikan tekanan mental bagi lawan.
Sensasi Berbeda dari Stadion Kelas Dunia
Sebagai pelatih yang kenyang pengalaman internasional, Herdman tercatat pernah membawa tim asuhannya bertandang ke stadion-stadion ikonik dunia. Nama-nama besar seperti Old Trafford (Manchester United), St. James’ Park (Newcastle United), hingga stadion bersejarah Azteca di Meksiko pernah ia singgahi. Namun, baginya, SUGBK memiliki jiwa yang berbeda.
Baca juga: Mauro Zijlstra Menepi, Jens Raven Siap Ukir Debut Senior di Laga Kontra Bulgaria
“Saya sudah ke banyak stadion di dunia seperti Stadion Azteca, Old Trafford, dan St James’ Park. Tapi Bung Karno itu spesial. Atmosfernya, perasaannya, saya belum pernah merasakan seperti itu sebelumnya,” ujar pelatih berusia 50 tahun itu usai memimpin sesi latihan di Stadion Madya, Minggu (29/3/2026) sore.
Pengakuan ini menjadi bukti militansi suporter Indonesia mampu menciptakan aura yang mengintimidasi sekaligus memberikan suntikan semangat bagi para pemain di lapangan. Herdman sangat berharap “pemain ke-12” ini bisa memenuhi stadion pada laga nanti malam.
Senjata Ampuh untuk Meruntuhkan Bulgaria
Herdman menilai kehadiran suporter dalam jumlah masif sebagai kunci utama untuk mengimbangi permainan Bulgaria. Secara statistik, Bulgaria bukanlah lawan sembarangan. Mereka menempati peringkat 87 dunia dan memiliki sejarah panjang dengan tujuh kali partisipasi di putaran final Piala Dunia.
Ketajaman tim asuhan Aleksandar Dimitrov tersebut juga sedang berada di puncak setelah membantai Kepulauan Solomon dengan skor telak 10-2 di laga pertama. Herdman sadar keunggulan teknis Bulgaria hanya bisa diredam dengan semangat juang tinggi dengan pemicunya gemuruh penonton.
“Bulgaria adalah tim kuat. Jadi saya harap suporter bisa memberikan tekanan kepada lawan dan energi untuk kami,” ujar eks pelatih Timnas Kanada tersebut.
Pertarungan Dua Pemenang
Laga yang akan kickoff pada pukul 20.00 WIB ini akan menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim. Keduanya sama-sama meraih kemenangan besar di laga pembuka. Indonesia yang kini memasuki era baru bersama John Herdman berambisi menutup FIFA Series dengan catatan sempurna.
Jika taktik Herdman berhasil berpadu dengan dukungan penuh dari tribune SUGBK, bukan tidak mungkin peringkat 120 dunia milik Indonesia mampu memberikan kejutan bagi sang wakil Eropa di hadapan publik sendiri.








