Barcelona (Lampost.co)–Tim Nasional Spanyol harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Mesir dalam laga persahabatan internasional yang berlangsung di Stadion RCDE, Barcelona, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Meski mendominasi penguasaan bola dan unggul jumlah pemain di menit-menit akhir, skuad asuhan Luis de la Fuente gagal membongkar pertahanan disiplin wakil Afrika tersebut.
Hasil imbang 0-0 ini menjadi penutup rangkaian agenda FIFA Matchday periode Maret bagi La Roja. Sebelumnya, Spanyol tampil menjanjikan dengan melumat Serbia 3-0 pekan lalu. Sementara bagi Mesir, hasil ini memperpanjang catatan impresif mereka yang tidak terkalahkan sepanjang Maret 2026, setelah sebelumnya sukses menghancurkan Arab Saudi dengan skor telak 4-0.
Dominasi Spanyol dan Ancaman Balik Mesir
Sejak peluit pertama berbunyi, Spanyol langsung mengambil inisiatif menyerang. Motor serangan mereka, Dani Olmo, hampir saja memecah kebuntuan di awal laga melalui tendangan keras terukur. Namun, kiper Mesir, Oufa Shobeir, tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan krusial yang mementahkan peluang tersebut.
Baca juga: Drama 10 Pemain di Eindhoven, Belanda Tahan Imbang Ekuador 1-1
Mesir tidak tinggal diam dan menunjukkan mengapa mereka menjadi salah satu kekuatan menakutkan dari zona CAF. Melalui skema serangan balik cepat, Omar Marmoush melepaskan tembakan melengkung yang sayangnya hanya membentur tiang gawang Spanyol yang dikawal David Raya. Tidak lama berselang, Emam Ashour kembali mengancam lewat tendangan spekulasi, meski bola masih melenceng dari sasaran. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Kebuntuan Lini Depan dan Kartu Merah Hamdy Fathy
Memasuki babak kedua, Spanyol terus menggempur jantung pertahanan The Pharaohs. Peluang emas didapat melalui tendangan jarak jauh Ferran Torres, namun kesigapan Shobeir di bawah mistar gawang kembali menjadi penghalang bagi tuan rumah. Bek muda Cristhian Mosquera juga hampir mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan tajam memanfaatkan sepak pojok, tetapi bola melambung tipis di atas mistar gawang.
Petaka bagi Mesir datang pada menit ke-84. Wasit Georgi Kabakov mengusir pemain pengganti Hamdy Fathy keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras. Unggul jumlah pemain di sisa waktu normal, Spanyol manfaatkan Spanyol untuk mengurung pertahanan Mesir secara total.
Jelang peluit panjang, bek kiri Alejandro Grimaldo mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti. Namun, penyelesaian akhirnya masih melenceng tipis dari gawang Mesir. Hingga laga berakhir, skor 0-0 tetap tidak berubah.
Modal Penting Menuju Piala Dunia 2026
Meski gagal menang, laga ini memberikan gambaran bagi Luis de la Fuente mengenai efektivitas penyelesaian akhir timnya saat menghadapi lawan yang bermain defensif. Di sisi lain, Mesir menunjukkan mentalitas baja yang sangat mereka butuhkan saat bersaing di putaran final Piala Dunia 2026 mendatang.
Kedisiplinan lini belakang para pemain Mesir terbukti mampu meredam kreativitas lini tengah Spanyol yang berisi pemain-pemain kelas dunia. Hasil ini sekaligus menegaskan esir akan menjadi tim kuda hitam yang patut diwaspadai di panggung dunia musim panas nanti.








