Jakarta (Lampost.co)–Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengklarifikasi tegas terkait polemik izin kerja empat penggawa Tim Nasional Indonesia di kompetisi Liga Belanda atau Eredivisie. PSSI memastikan masalah Passportgate tersebut tidak akan menggoyahkan status hukum mereka sebagai warga negara Indonesia (WNI).
Empat pemain yang saat ini tengah terkendala aturan administratif di Belanda. Mereka adalah Dean James (Go Ahead Eagles), Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), dan Tim Geypens (FC Emmen). Keempatnya harus menepi sejenak dari aktivitas klub akibat penyesuaian izin tinggal pasca-melepas paspor Belanda.
Masalah Teknis Administrasi di Belanda
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menegaskan situasi empat pemain Garuda di Belanda merupakan persoalan teknis berkaitan dengan hukum ketenagakerjaan setempat. Ia menggarisbawahi hal ini sama sekali tidak terkait validitas proses naturalisasi yang telah para pemain jalani di Tanah Air.
Baca juga: Solusi Passportgate, Otoritas Liga Belanda Ungkap Prosedur Izin Tinggal bagi Pemain Timnas Indonesia
“Mengenai permasalahan yang ada di klub-klub Eredivisie, maka itu masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di Belanda,” ujar Sumardji dalam keterangan resmi PSSI, Jumat (3/4/2026). Ia menambahkan secara hukum Indonesia, proses perpindahan kewarganegaraan Dean James, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan pemain lainnya adalah sah dan final.
Bukti Pengabdian dan Pengorbanan Pemain
PSSI juga menyoroti sisi emosional dan loyalitas para pemain keturunan ini. Keputusan mereka melepas kewarganegaraan Belanda demi membela Merah Putih sebagai bukti kecintaan yang besar terhadap Indonesia. Sumardji menjelaskan para pemain ini secara sadar melepaskan berbagai fasilitas kemudahan yang mereka miliki sebelumnya di Eropa.
“Dengan memutuskan menjadi WNI, ini bukti mereka punya kecintaan serta pengabdian terhadap Tanah Air. Terbukti juga dengan menjadi warga negara Indonesia, banyak fasilitas yang harus mereka lepaskan, misalnya keharusan memiliki izin atau visa untuk tinggal dan bekerja di negara asing, termasuk di Belanda,” ujar pria yang juga anggota Komite Eksekutif PSSI tersebut.
Kebanggaan atas Kiprah Garuda di Eropa
Di tengah badai administratif ini, PSSI tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap performa para pemain Indonesia. Mereka mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.
>Sumardji mencontohkan Maarten Paes yang kini menjadi kiper utama di klub raksasa Ajax Amsterdam, serta pilar lainnya seperti Mees Hilgers (FC Twente) dan Miliano Jonathans (Excelsior) yang tetap tampil konsisten.
Kehadiran pemain-pemain Indonesia di klub-klub papan atas Eredivisie sebagai bentuk kemajuan signifikan bagi sepak bola nasional. “Ini merupakan bentuk nyata pengorbanan yang para pemain kita ambil. Kami sangat bersyukur bahwa pemain Timnas Indonesia masih mendapat kepercayaan mengambil peran penting di klub-klub level teratas Eropa,” ujar Sumardji.
PSSI berkomitmen terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan dukungan moral bagi para pemain agar masalah izin kerja di Belanda segera tuntas. Dengan demikian, mereka dapat kembali fokus membela klub serta bersiap untuk agenda internasional Skuad Garuda mendatang.







