Malang (Lampost.co)–Arema FC harus memutar otak lebih keras saat menjamu Malut United dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Jumat (3/4/2026). Pelatih kepala Singo Edan, Marcos Santos, mengakui timnya terpaksa menerapkan taktik low block atau menumpuk pemain di area pertahanan sendiri demi mengamankan poin di tengah badai absennya sejumlah pemain kunci.
Strategi bertahan dalam ini terbukti efektif meredam agresivitas tim tamu, meskipun Arema FC harus puas berbagi angka 1-1. Marcos menjelaskan keputusan tersebut murni karena kondisi skuad yang sangat pincang, sehingga tidak memungkinkan untuk bermain terbuka melawan tim dengan kekuatan penuh.
Badai Absen, Enam Pemain Asing Menepi
Kondisi internal Arema FC menjelang laga memang sangat mengkhawatirkan. Marcos Santos kehilangan hampir seluruh kekuatan asingnya. Tiga pemain andalan, yakni Dalberto Luan, Pablo Oliveira, dan Matheus Balde, dilarang tampil akibat sanksi kartu merah.
Baca juga: Duel Sengit di Kanjuruhan, Arema FC dan Malut United Imbang 1-1
Situasi kian parah dengan absennya Betinho Filho dan Joel Vinicius yang harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning. Tak berhenti di situ, tembok pertahanan Walisson Maia juga harus menepi di ruang perawatan akibat cedera. Kehilangan enam pemain pilar sekaligus memaksa tim pelatih merumuskan strategi darurat yang fokus pada kedisiplinan lini belakang.
“Kami meminta tim untuk menahan dahulu. Taktik bertahan dalam ini menjadi strategi yang terus kami asah di sesi latihan mengingat komposisi pemain yang ada,” ujar Marcos Santos usai pertandingan.
Meredam Trisula Maut Laskar Kie Raha
Keputusan menerapkan low block juga berdasarkan kualitas lini serang Malut United yang turun dengan skuad terbaiknya. Tim tamu memiliki trisula maut yang sangat ditakuti di liga musim ini: David da Silva, Ciro Alves, dan Tyronne del Pino.
Marcos menekankan bermain terbuka melawan trio tersebut tanpa pilar utama di lini tengah dan belakang adalah sebuah risiko besar. Meski bermain bertahan, Arema FC tetap mencoba mencuri peluang melalui transisi cepat. Strategi ini membuahkan hasil lewat gol Julian Guevara, meski akhirnya Malut United mampu menyamakan kedudukan lewat titik putih. “Secara keseluruhan, pertandingan menghadapi Malut United begitu sulit untuk dilalui,” ujarnya.
Optimisme Menuju Papan Atas dan Derbi Jatim
Walaupun hanya mendulang satu poin di kandang, Marcos Santos tetap optimistis menatap sisa musim. Dengan delapan pertandingan tersisa, Alfarizie dan kawan-kawan menargetkan merengkuh hasil maksimal guna finis di papan atas klasemen sesuai dengan ekspektasi manajemen.
Jadwal berat sudah menanti Arema FC, termasuk laga tandang kontra Persib Bandung serta duel sarat gengsi derbi Jatim melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan. Marcos pun meminta dukungan penuh aremania dan aremanita untuk terus memadati stadion.
“Kami akan berjuang mencari banyak poin. Saya menginginkan suporter datang memenuhi stadion untuk memberikan semangat tambahan bagi para pemain,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.







