Jakarta (Lampost.co) — Nama Antonius Ginting tiba-tiba menjadi perhatian publik setelah disebut dalam rapat resmi di DPR. Isu itu mencuat saat pembahasan kasus lain yang lebih dulu ramai, yakni perkara Amsal Sitepu. Situasi tersebut memicu pertanyaan besar soal integritas dan potensi konflik kepentingan di daerah.
Isu itu muncul dalam Rapat Dengar Pendapat di DPR RI pada Kamis, 2 April 2026. Anggota Komisi III, Hinca Panjaitan, mengangkat informasi yang ia nilai perlu klarifikasi cepat.
“Saya mendapatkan informasi yang cukup ini, Pimpinan. Saya khawatir itu terjadi,” kata Hinca dalam forum tersebut.
Ia kemudian menanyakan langsung kepada Kepala Kejaksaan Negeri Karo, Danke Rajagukguk. “Apakah benar Bupati Karo memberi bantuan mobil kepada Kejaksaan Negeri Tanah Karo?” lanjutnya.
Hinca juga menyebut beberapa kendaraan yang diduga terkait. Ia menilai isu itu penting karena berpotensi memengaruhi independensi penegakan hukum. Pernyataan itu langsung memicu reaksi luas. Publik menuntut transparansi dari semua pihak terkait.
“Apakah gara-gara itu sehingga hanya pelaku kreatif yang kalian kejar-kejar? Penyelenggara negaranya tidak,” tegasnya.
Daftar Kendaraan yang Disorot
Dalam rapat tersebut, beberapa kendaraan disebut sebagai bagian dari dugaan fasilitas:
- Toyota Kijang Innova BK 1094 S
- Nissan Grand Livina BK 1089 S
- Toyota Fortuner BK 1180 S
- Toyota Innova dan unit lainnya
Harta Kekayaan Antonius Ginting Jadi Perhatian
Seiring mencuatnya isu itu, masyarakat mulai menyoroti total kekayaan Antonius Ginting. Data dari LHKPN menunjukkan jumlah yang cukup besar.
Total Kekayaan Capai Rp47 Miliar
Berdasarkan laporan resmi, total kekayaan Antonius Ginting mencapai Rp47.092.102.712. Nilai tersebut tercatat saat pencalonannya pada Agustus 2024. Jika tanpa utang Rp1,5 miliar, total asetnya menyentuh Rp48,6 miliar.
Sebagian besar kekayaan berasal dari tanah dan bangunan. Nilainya mencapai Rp35,6 miliar. Ia tercatat memiliki 73 bidang properti yang tersebar di Medan dan Karo.
Di sektor kendaraan, total nilainya mencapai Rp1,7 miliar. Beberapa unit yang dimiliki antara lain:
- Toyota Land Cruiser 2018
- Toyota Alphard 2016
- Honda CR-V 2013
- Toyota C-HR 2019
- Mercedes-Benz 2023
Selain itu, ia juga memiliki kas lebih dari Rp10,4 miliar.
Respons Kajari Karo Jadi Sorotan
Saat diminta klarifikasi, Danke Rajagukguk tidak memberikan jawaban langsung. Ia hanya menyampaikan permohonan maaf di akhir rapat. “Kami mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan kami,” ujarnya.
Ia juga berterima kasih atas masukan dari anggota DPR. Namun, ia tidak menanggapi secara spesifik soal dugaan pemberian kendaraan.
Setelah rapat selesai, ia kembali menghindari pertanyaan media. Sikap itu justru memicu spekulasi lebih luas di masyarakat.
Dampak Isu terhadap Kepercayaan Publik
Kasus itu menambah daftar kekhawatiran publik terkait transparansi pejabat daerah. Dugaan pemberian fasilitas ke aparat hukum bisa mencederai keadilan. Kepercayaan masyarakat menjadi taruhannya. Apalagi, kasus itu muncul di tengah pembahasan perkara hukum lain.
Pengamat menilai klarifikasi terbuka sangat diperlukan. Pemerintah daerah dan aparat hukum harus memberikan penjelasan yang jelas.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Antonius Ginting terkait isu tersebut. Sementara itu, tekanan publik terus meningkat.
Kasus itu berpotensi berkembang jika tidak segera ada penjelasan secara transparan. Masyarakat juga berharap semua pihak dapat menjaga integritas dan akuntabilitas. Kejelasan informasi menjadi kunci untuk meredam spekulasi yang terus berkembang.
Berikut daftar harta kekayaan Antonius Ginting yang sudah dirapikan dalam bentuk poin:
A. Tanah dan Bangunan (Total: Rp35.617.934.000)
Mayoritas aset berada di Kota Medan dan Kabupaten Karo
Total mencapai 73 bidang tanah dan bangunan
Rincian utama:
- Tanah dan bangunan 365 m² / 325 m² di Kota Medan: Rp2.231.575.000
- Beberapa unit rumah tipe 88 m² / 60 m² di Kota Medan: kisaran Rp519.450.000 – Rp530.700.000 per unit
- Rumah tipe 85 m² / 60 m²: sekitar Rp513.825.000 per unit
- Rumah tipe 85 m² / 80 m²: sekitar Rp543.965.000 per unit
- Rumah tipe 68 m² / 60 m²: sekitar Rp418.200.000 per unit
- Rumah tipe 72 m² / 60 m²: sekitar Rp440.700.000 per unit
- Rumah tipe 64 m² / 60 m²: sekitar Rp395.700.000 per unit
- Rumah tipe 69 m² / 60 m²: sekitar Rp423.825.000
- Tanah kecil 56–72 m²: kisaran Rp44.226.000 – Rp315.000.000
- Tanah luas 638 m²: Rp447.876.000
- Tanah 945 m²: Rp757.890.000
- Tanah 1.399 m²: Rp982.098.000
- Tanah 5.471 m² di Karo: Rp547.100.000
- Tanah 11.197 m² di Karo: Rp1.119.700.000
- Tanah dan bangunan besar 7.500 m² / 1.000 m² di Medan: Rp5.312.050.000
- Tanah dan bangunan 1.000 m² / 306 m²: Rp1.976.898.000
- Tanah dan bangunan 416 m² / 222 m²: Rp1.020.114.000
B. Alat Transportasi dan Mesin (Total: Rp1.728.262.687)
- Toyota Land Cruiser 2018: Rp681.250.000
- Toyota Alphard 2016: Rp481.250.000
- Honda CR-V 2013: Rp19.512.687
- Honda C-HR 2019: Rp146.250.000
- Mercedes-Benz 2023: Rp400.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya: Rp21.600.000
D. Surat Berharga: Rp0
E. Kas dan Setara Kas: Rp10.431.904.216
F. Harta Lainnya: Rp850.000.000
Ringkasan Total Kekayaan
- Subtotal: Rp48.649.700.903
- Utang: Rp1.557.598.191
- Total Kekayaan Bersih: Rp47.092.102.712








