Bandar Lampung (Lampost.co) – Fenomena benda jatuh dari antariksa yang melintasi langit Lampung pada Sabtu, 4 April 2026 malam akhirnya teridentifikasi.
Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) memastikan objek terang terbakar tersebut adalah sampah antariksa berupa badan roket milik pemerintah Tiongkok.
Dosen Program Studi Sains, Atmosfer, dan Keplanetan (SAP) Itera, Dr. Robiatul Mustaba, mengungkapkan berdasarkan hasil analisis, objek tersebut sebagai badan roket CZ-3B R/B.
“Itu merupakan salah satu bagian dari roket peluncuran Long March 3B milik PRC (Tiongkok) yang sebelumnya digunakan untuk misi peluncuran satelit,” ujar dia.
Menurut Dr. Robiatul, setelah menyelesaikan fase operasionalnya, bagian roket tersebut tertahan di orbit rendah bumi (Low Earth Orbit/LEO).
Seiring berjalannya waktu, objek mengalami penurunan orbit akibat hambatan atmosfer (drag atmosfer).
“Posisi benda tadi mulai jatuh ke atmosfer, masuk dalam orbit gravitasi bumi, sehingga melintasi langit di atas Lampung,” jelasnya.
Berdasarkan data dari Center for Orbital and Reentry Debris Studies (CORDS), sebenarnya terdapat empat kandidat benda yang masuk kembali (re-entry) ke atmosfer bumi pada 4 April 2026.
Adapun meliputi starlink-4461 (NORAD ID 53503), Starlink-4404 (ID 53195), CZ-4B (Kode IF67301), dan CZ-3B (Kode ID62805).
Tim OAIL melakukan pengerucutan identifikasi menggunakan kamera all-sky. Data menunjukkan objek tersebut berada pada inklinasi atau kemiringan orbit antara 32 hingga 34 derajat.
“Kami menyimpulkan objek tersebut adalah CZ-3B karena memiliki inklinasi orbit yang kecil, sekitar 28 derajat. Sangat tidak mungkin itu CZ-4B karena jenis itu memiliki inklinasi 97,3 derajat,” tambahnya.
Terkait penampakan cahaya terang yang menghebohkan warga, Dr. Robiatul menjelaskan bahwa hal itu adalah hasil gesekan antara benda padat roket dengan atmosfer bumi saat proses re-entry.
Gesekan tersebut memicu proses pembakaran yang membuatnya terlihat menyala di langit malam.








