IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 06/04/2026 17:41
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Nasional

Situasi Lebanon Dinilai Sudah Masuk Zona Perang, SBY Desak PBB Hentikan Misi UNIFIL

Ia menilai situasi di lokasi penugasan sangat berbahaya. Untuk itu, ia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa segera mengambil langkah tegas.

EffranbyEffran
06/04/26 - 14:07
in Nasional
A A
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono

ADVERTISEMENT

Jakarta (Lampost.co) — Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon.

Ia menilai situasi di lokasi penugasan sangat berbahaya. Untuk itu, ia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengambil langkah tegas.

SBY meminta penghentian sementara misi UNIFIL atau relokasi pasukan dari zona konflik. “Ketika saya ikut memberikan penghormatan kepada jenazah, hati saya ikut tergetar,” ujar SBY.

Desakan Tegas: Hentikan atau Pindahkan Pasukan

SBY menegaskan kondisi di Lebanon berubah drastis. Wilayah yang sebelumnya aman kini menjadi area pertempuran aktif.

Ia menjelaskan pasukan penjaga perdamaian seharusnya bertugas di area netral. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. “Yang semula berada di sekitar Blue Line kini berada di war zone,” jelasnya.

Konflik antara Israel Defense Forces dan Hezbollah terus meningkat. Bahkan, SBY menyebut pasukan Israel telah maju beberapa kilometer dari garis pemisah.

 Risiko Tinggi bagi Pasukan Perdamaian

Menurut SBY, pasukan perdamaian tidak dilengkapi persenjataan tempur. Mereka juga tidak memiliki mandat untuk bertempur.

Hal itu diatur dalam Piagam PBB, khususnya Chapter 6. Untuk itu, keberadaan mereka di zona perang sangat berisiko. “Setiap saat mereka bisa menjadi korban,” tegasnya.

 Dukung Langkah Presiden Prabowo

SBY juga mendukung sikap Prabowo Subianto yang meminta investigasi menyeluruh. Ia menilai PBB harus mengusut tuntas insiden yang menyebabkan gugurnya prajurit Indonesia.

Ia berharap hasil investigasi bisa diterima publik secara logis dan transparan. “Saya tahu investigasi tidak mudah, tetapi tetap harus dilakukan,” kata SBY.

 Pengalaman SBY di Misi PBB Jadi Acuan

SBY mengingat pengalamannya saat bertugas dalam misi PBB di Bosnia pada 1995-1996. Saat itu, ia menjabat sebagai Kepala Pengamat Militer PBB dengan pangkat Brigadir Jenderal.

Ia mengaku sering memimpin investigasi pelanggaran gencatan senjata. Pengalaman tersebut membuatnya memahami kompleksitas situasi di lapangan.

SBY mendorong Dewan Keamanan PBB segera menggelar sidang darurat. Ia berharap sidang tersebut menghasilkan resolusi yang tegas dan jelas.

Ia juga mengingat peristiwa Atambua pada 2000 saat PBB bertindak cepat. “PBB tidak boleh menggunakan standar ganda,” tegasnya.

 Sejarah Panjang Kontingen Garuda di Lebanon

Indonesia memiliki sejarah panjang dalam misi perdamaian di Lebanon. Kontingen pertama, Garuda XXIII/A, berangkat pada November 2006.

Sejak saat itu, Indonesia rutin mengirim pasukan setiap tahun. Hingga 2026, tercatat sudah 19 gelombang kontingen bertugas.

SBY juga menyampaikan pesan langsung kepada prajurit yang masih bertugas. Ia meminta mereka tetap fokus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Ia mengingatkan keluarga di Tanah Air menunggu kepulangan mereka. “Do your best dan jaga diri baik-baik,” pesannya.

Tags: Konflik Israel-Hizbullahmisi PBB Lebanonpasukan Garuda IndonesiaPBB investigasipeacekeeper Indonesiaprajurit TNI gugur LebanonSBY UNIFILzona perang Lebanon
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia, Jusuf Kalla di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026). (Foto: Tim Media JK).

Dituding Danai Isu Ijazah Jokowi Rp5 Miliar, Jusuf Kalla Ambil Langkah Hukum

byEffran
06/04/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Jusuf Kalla akhirnya buka suara terkait tuduhan yang menyeret namanya. Ia membantah keras kabar yang menyebutnya mendanai...

BMKG memprediksi musim kemarau 2026 lebih kering dan panjang dengan potensi El Nino menguat. Simak wilayah terdampak dan langkah antisipasi.

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang dan Kering, El Nino Mulai Menguat

byEffran
06/04/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan musim kemarau 2026 mulai menunjukkan tanda awal. Hingga akhir Maret...

Petani berjalan di tengah sawah yang kekeringan. Dok/MI

Strategi Amankan Produksi Pangan di Tengah Darurat Hadapi El Nino 2026

byEffran
06/04/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah bergerak cepat menghadapi ancaman fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan di berbagai wilayah Indonesia. Fokus...

Berita Terbaru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama
Ekonomi dan Bisnis

Menkeu Purbaya Klaim Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Guncangan Global

byAdi Sunaryoand1 others
06/04/2026

Jakarta (Lampost.co)– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan ekonomi Indonesia tetap stabil meski diterpa tekanan global yang kian kompleks, mulai...

Read moreDetails
Trailer film aku harus mati

Pemprov DKI Copot Iklan Film Horor ‘Aku Harus Mati’

06/04/2026
Zona Merah

Zona Merah Diadaptasi ke Layar Lebar, Siap Jadi ‘Train to Busan’ Versi Indonesia

06/04/2026
Produk UMKM Lampung

UMKM Jadi Andalan Bank Hadapi Tekanan Global

06/04/2026
Taylor Swift dan Zara Larsson

Zara Larsson Klarifikasi Tudingan Sindir Taylor Swift, Begini Penjelasan Lengkapnya

06/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.