Bandar Lampung (Lampost.co) — Perkembangan industri gim di Indonesia tidak lagi sekadar soal hiburan. Di balik jutaan unduhan dan popularitas yang terus meningkat, ada aturan ketat yang kini mulai ditegakkan pemerintah melalui sistem klasifikasi resmi bernama Indonesia Game Rating System (IGRS).
Sejak diberlakukannya regulasi terbaru oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, seluruh penerbit gim diwajibkan mendaftarkan dan mengklasifikasikan produknya sebelum bisa beredar di Indonesia.
Lalu, seperti apa sebenarnya gim yang bisa “tidak lolos” IGRS?
Bukan Sekadar Konten, Tapi Juga Administrasi
Banyak yang mengira gim hanya akan diblokir jika mengandung konten berbahaya. Faktanya, ada dua alasan utama sebuah gim bisa dianggap ilegal:
- Konten melanggar hukum di Indonesia
- Belum terdaftar atau tidak memiliki klasifikasi IGRS
Artinya, bahkan gim populer sekalipun bisa bermasalah jika tidak memenuhi kewajiban administratif.
Konten yang Dipastikan Gagal Lolos IGRS
Berdasarkan standar yang berlaku, berikut jenis konten yang hampir pasti membuat sebuah gim ditolak atau diblokir:
Pornografi
Menampilkan aktivitas seksual eksplisit atau unsur yang melanggar UU Pornografi.
Perjudian
Gim dengan sistem taruhan uang nyata atau mekanisme yang bisa diuangkan kembali.
Kekerasan dan penyimpangan seksual
Termasuk eksploitasi atau normalisasi perilaku berbahaya.
Penistaan agama
Konten yang menghina atau merendahkan keyakinan tertentu.
Narkotika
Menampilkan penggunaan zat terlarang secara positif atau edukatif yang menyimpang.
Konten-konten ini masuk kategori sensitif dan berpotensi langsung diblokir tanpa kompromi.
Game Apa Saja yang Jadi Sorotan?
Sejauh ini, pemerintah belum merilis daftar tetap karena proses verifikasi masih berjalan. Namun beberapa kategori sudah jelas menjadi perhatian:
- Game judi online (slot/kasino) → langsung diblokir
- Game dewasa tanpa sensor (Adult Only) → tidak lolos klasifikasi
- Game tanpa publisher resmi di Indonesia → dalam proses validasi
Isu sempat mencuat terkait gim populer seperti Free Fire, Roblox, dan Mobile Legends: Bang Bang.
Namun penting diluruskan:
ketiganya tidak diblokir, hanya didorong untuk menyesuaikan sistem rating usia dan perlindungan pengguna anak.
Risiko Jika Game Tidak Terdaftar
Jika sebuah gim tidak lolos atau tidak mengikuti aturan, pemerintah punya wewenang penuh untuk:
- Memberikan peringatan ke platform distribusi seperti Google Play Store dan App Store
- Melakukan pemblokiran akses di Indonesia
- Menjatuhkan sanksi administratif kepada penyedia layanan
Langkah ini dilakukan untuk menjaga ekosistem digital tetap aman, terutama bagi pengguna usia muda.
Cara Cek Game Aman atau Tidak
Pengguna sebenarnya bisa melakukan pengecekan mandiri dengan mudah:
- Kunjungi situs resmi IGRS (igrs.id)
- Cari nama gim yang ingin diunduh
- Pastikan ada label rating usia (misalnya 7+, 13+, atau 18+)
Jika tidak ditemukan, kemungkinan besar gim tersebut belum terdaftar atau masih dalam proses evaluasi.
Kenapa IGRS Jadi Penting?
IGRS bukan sekadar aturan tambahan, tapi bentuk perlindungan di era digital. Sistem ini membantu:
- Orang tua memilih gim yang sesuai untuk anak
- Mencegah penyebaran konten berbahaya
- Menjaga industri gim tetap sehat dan terarah
Di tengah derasnya arus konten global, Indonesia berusaha tetap punya “filter” yang relevan dengan nilai sosial dan budaya.
Penutup: Jangan Asal Download
Kini, memilih gim tidak lagi sekadar soal seru atau populer. Ada aspek keamanan dan legalitas yang perlu diperhatikan.
Sebelum mengunduh:
- Pastikan gim sudah terdaftar di IGRS
- Hindari APK ilegal
- Perhatikan rating usia
Karena di era sekarang, satu klik unduhan bukan hanya soal hiburan—tapi juga soal tanggung jawab.








