Bandar Lampung (Lampost.co) — Sejak dirilis global pada akhir Maret 2026, Tom Clancy’s The Division Resurgence langsung mencuri perhatian gamer, termasuk di Indonesia. Bukan hanya karena nama besarnya, tapi juga karena gameplay-nya yang terasa “beda arah” dibanding game shooter mobile lain.
Banyak pemain mulai membandingkannya dengan judul populer seperti Arena Breakout hingga mode Operations di Delta Force Mobile. Pertanyaannya pun muncul: ini game tembak-tembakan biasa, atau justru punya konsep yang lebih dalam?
Shooter + RPG + Open World dalam Satu Paket
Berbeda dari kebanyakan shooter mobile yang serba cepat, The Division Resurgence mengusung pendekatan yang lebih kompleks.
Game ini menggabungkan:
- Third-person shooter (TPS)
- Elemen RPG (role-playing game)
- Dunia open-world yang bisa dijelajahi
Latar ceritanya masih setia pada seri The Division, yaitu kota New York yang porak-poranda akibat wabah. Pemain berperan sebagai agen yang harus memulihkan ketertiban di tengah kekacauan.
Yang menarik, gameplay-nya tidak hanya soal masuk arena lalu menembak. Pemain bisa:
- Menyelesaikan misi cerita
- Eksplorasi area luas
- Mengembangkan karakter lewat gear dan skill
Pendekatan ini membuat pengalaman bermain terasa lebih “hidup” dan tidak repetitif.
Lebih Taktis, Bukan Sekadar Refleks Cepat
Satu hal yang langsung terasa adalah gaya combat-nya.
Di sini, pemain tidak bisa asal rush. Sistem pertarungan lebih taktis:
- Harus memanfaatkan cover
- Mengatur build karakter
- Memilih skill sesuai situasi
Hasilnya, gameplay terasa lebih dekat ke versi konsol dan PC dibanding shooter mobile biasa yang cenderung arcade.
Dibanding Arena Breakout: Risiko vs Progression
Kalau dibandingkan dengan Arena Breakout, perbedaan utamanya ada di “tekanan bermain”.
Arena Breakout dikenal sebagai extraction shooter yang brutal:
- Masuk → loot → keluar hidup
- Gagal = semua item hilang
Sementara itu, The Division Resurgence lebih ramah:
- Fokus pada progres jangka panjang
- Loot tetap penting, tapi tidak menghukum pemain terlalu keras
- Ada alur cerita yang jelas
Dengan kata lain, Arena Breakout soal bertahan hidup, sedangkan Resurgence soal berkembang.
Lawan Delta Force: Intens vs Luas
Perbandingan dengan Delta Force Mobile juga cukup menarik.
Mode Operations di Delta Force:
- Cepat, intens, kompetitif
- Fokus PvPvE dengan risiko tinggi
Sedangkan The Division Resurgence:
- Lebih luas dan berlapis
- Ada PvPvE (seperti Dark Zone), tapi bukan fokus utama
- Lebih menekankan eksplorasi dan misi PvE
Jika Delta Force cocok untuk pemain yang suka adrenalin cepat, Resurgence lebih cocok untuk yang ingin pengalaman bermain panjang.
Pengalaman AAA di Genggaman
Lewat game ini, Ubisoft mencoba membawa kualitas game AAA ke platform mobile.
Hal ini terlihat dari:
- Map yang luas dan detail
- Sistem gear yang kompleks
- Banyak mode permainan
- Progress karakter yang berkelanjutan
Bukan hanya untuk gamer kasual, game ini juga menyasar pemain yang ingin pengalaman lebih dalam—mulai dari co-op mission hingga eksplorasi dunia yang terus berkembang.
Kesimpulan: Bukan Sekadar Shooter Mobile
The Division Resurgence bukan sekadar game tembak-tembakan biasa. Ia menawarkan kombinasi unik antara aksi, strategi, dan eksplorasi yang jarang menemukannya di platform mobile.
Jika kamu mencari game yang tidak hanya soal menang atau kalah dalam satu match, tapi juga perjalanan karakter dan dunia yang terus berkembang, game ini layak dicoba.
Di tengah dominasi shooter cepat, Resurgence datang dengan pendekatan yang lebih sabar—dan justru itu yang membuatnya terasa segar.








