Metro (Lampost.co) — Harga minyak goreng merek Minyakita di sejumlah pasar di Kota Metro mengalami kenaikan signifikan dan mulai sulit ditemukan.
Saat ini harga Minyakita bahkan telah menembus Rp21 ribu per liter. Harga ini jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Kenaikan harga tersebut sebenarnya telah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Bahkan sebelum Ramadan, harga Minyakita di tingkat pedagang sudah berada di kisaran Rp18 ribu per liter.
Menjelang Idulfitri, harga kembali naik hingga sekitar Rp20 ribu per liter. Setelah Lebaran, harga minyak goreng bersubsidi tersebut kembali melonjak hingga mencapai Rp21 ribu per liter.
Harga dari Distributor
Salah seorang pedagang sembako di Metro, Lilis, mengaku saat ini menjual Minyakita dengan harga Rp21 ribu per liter karena harga dari distributor juga mengalami kenaikan.
“Sebelumnya saya masih jual di harga Rp18 ribu sampai Rp19 ribu per liter. Sekarang sudah naik lagi jadi Rp21 ribu,” ujarnya, Kamis, 9 April 2026.
Ia mengatakan kenaikan harga mulai terasa sejak setelah Lebaran. Selain itu, pasokan Minyakita yang masuk ke pedagang juga tidak sebanyak biasanya. Sehingga membuat barang tersebut semakin sulit ditemukan.
Menurut Lilis, saat ini sebagian pembeli mulai beralih ke merek minyak goreng lain yang harganya relatif lebih terjangkau.
“Sekarang yang paling murah merek Tawon atau minyak resto. Bahkan minyak curah saja sekarang modalnya sudah sekitar Rp21.500 per kilogram,” katanya.
Para pedagang berharap pasokan Minyakita kembali lancar. Sehingga harga di pasaran bisa kembali stabil dan sesuai dengan ketentuan HET yang telah pemerintah tetapkan.








