Bandar Lampung (lampost.co)–Pemerintah Provinsi Lampung menyusun berbagai program turunan untuk memperkuat kebijakan nasional. Salah satunya melalui program pupuk organik cair di tingkat desa.
Program itu menjangkau seluruh desa pada 2027, dengan harapan mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga 15 persen. Selain itu, pemerintah juga mendorong hilirisasi komoditas melalui penyediaan fasilitas pengering (dryer) di desa-desa.
“Kebutuhan dryer di Lampung mencapai 500 unit untuk mengurangi penyaluran bahan mentah. Serta meningkatkan nilai tambah di tingkat petani,” kata Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal membuka Musrenbang Provinsi Lampung 2026 dalam rangka penyusunan RKPD 2027 di Kantor Gubernur Lampung, Senin, 13 April 2026.
Dengan adanya fasilitas tersebut, komoditas seperti jagung tidak lagi dijual dalam kondisi basah, sehingga harga jual dapat meningkat signifikan. Program ini juga mampu menekan biaya logistik serta mengurangi kerusakan infrastruktur akibat penyaluran yang tidak efisien.
Di sisi lain, pemerintah daerah turut memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi dan mobil training unit di desa-desa. Program tersebut bertujuan menciptakan tenaga kerja terampil yang mampu mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.
Peluang Kerja
Pemerintah juga membuka peluang kerja luar negeri melalui program vokasi migran, dengan target pengiriman ribuan tenaga kerja ke Jepang dalam beberapa tahun ke depan. Seluruh kebijakan ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai target 8 persen sesuai arah pembangunan nasional.
Gubernur menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat desa menjadi kunci utama dalam memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan. Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap terjadi peningkatan pendapatan masyarakat, pengurangan kemiskinan, serta pemerataan pembangunan di seluruh Lampung.









