• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Minggu, 15/03/2026 01:57
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Petani Qurniamataram Gagal Panen karena Kurang Air-Cuaca Ekstrem

Penyebab gagal panen, tanaman padi kekurangan air pada musim tanam rendeng periode ini.

Isnovan DjamaludinRaeza Handanny AgustirabyIsnovan DjamaludinandRaeza Handanny Agustira
21/04/24 - 18:02
in Ekonomi dan Bisnis, Lampung, Lampung Tengah
A A
panen padi di Qurniamataram

Hasil panen padi petani di Kampung Qurniamataram, Kecamatan Seputihmataram, Kabupaten Lampung Tengah, yang tidak maksimal, Minggu (21/4/2024). Kegagalan panen padi itu karena tanaman padi petani setempat kekurangan air dan cuaca ekstrem. LAMPOST.CO/RAEZA HANDANNY AGUSTIRA

ADVERTISEMENT

Gunungsugih (Lampost.co)—Petani Kampung Qurniamataram, Kecamatan Seputihmataram, Kabupaten Lampung Tengah, gagal panen. Penyebabnya, tanaman padi kekurangan air pada musim tanam rendeng periode ini.

Saat tanaman padinya kekurangan air, petani setempat merasa pemerintah tidak melakukan upaya apa pun saat itu. Bahkan, penyuluh pertanian lapangan setempat tidak ada yang menunjukkan batang hidungnya saat petani kebingungan dan kekurangan air.

“Nangis petani, gagal panen. Punya saya, dari setengah hektare cuma dapat 16 karung, biasanya panen kami sampai 40 karung. Warna Padinya juga kehitam-hitaman. Tidak cuma saya, masih ada petani lain yang lebih parah dari ini,” kata Iwan, salah satu petani padi di Kampung Qurniamataram, Minggu (21/4/2024).

Ia menerangkan penyebab gagal panen itu selain kekurangan air, juga akibat cuaca ekstrem setelah para petani menanam padi. Pihaknya juga tidak mempersoalkan kurangnya ketersediaan pupuk subsidi.

“Soal pupuk kami bisa pakai pupuk nonsubsidi kok, yang jadi masalah kan ketersediaan air. Aliran kami ini dari KTM II Kampung Onoharjo sama sekali tidak ada air yang mengalir ke lahan kami,” ujar Iwan.

“Air cuma sampai Kampung Fajarmataram, boro-boro airnya diurus petugas biar sampai ke lahan kami, salurannya saja tidak terurus,” ujarnya.

Minim PPL

Petani menilai penyuluh pertanian lapangan (PPL) tidak pernah turun ke lapangan. Mereka tidak pernah mengecek secara detail kendala petani. Kemudian mereka juga tidak pernah memberi masukan terkait hal-hal yang menjadi kebutuhan petani.

“Mana pernah PPL turun ke lahan kami. Padi yang kami tanam mau jebul kemarin itu, terus cuaca panas tidak ada air, ke mana mereka, hampir setengah bulan kondisi itu,” ujarnya lagi.
“Boro-boro ngasih imbauan, saluran air yang menuju sawah kami saja tidak terurus,” ujarnya.

Ketidakhadiran PPL di tengah petani yang gagal panen itu terbukti dengan kegiatan tanam para petani setempat yang tidak serentak. Lalu, kondisi saluran irigasi yang tidak terurus serta petani yang masih kekurangan air.

“Kalau mereka (PPL) itu turun ke lapangan, pasti kami tanam padi bersamaan,” ujarnya.

Sementara itu, Masur, petani lain dari Kampung Qurniamataram, juga menerangkan penyuluh pertanian lapangan tidak pernah menampakkan batang hidungnya di lahan pertanian mereka. Akibatnya, petani selalu kekurangan air dan tidak ada solusi.
Petani tidak memiliki tempat mengadu terkait persoalan yang mereka hadapi.

“Sudah bertahun-tahun PPL tidak ada. Air itu, kalau tidak ada muntahan dari Merapi, tidak akan pernah sampai ke lahan kami,” ujarnya.

Gagal panen petani setempat berdampak pada buruh giling padi keliling. Pasalnya, pemasukannya turun drastis ketimbang musim sebelumnya.
“Sepi, sehari dapet satu saja sudah bersyukur. Selain sudah banyak giling, petani juga lagi banyak yang gagal panen juga,” kata Baron, buruh giling keliling.

Tags: Gagalpadi. Lampung TengahPANENQurniamataram
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Warga Lampung Tengah Antusias Ikuti Sosialisasi Kerja SGC, Penghasilan Hingga Rp3,6 Juta

SGC Tawarkan Peluang Kerja Tebang Ikat Harian, Warga Bandar Mataram Langsung Antusias

bySri Agustina
14/03/2026

Gunungsugih (Lampost.co)--Sugar Group Companies (SGC) membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui program tebang ikat harian. Sosialisasi program tersebut mendapat sambutan...

SPM Pelabuhan Bakauheni

BPTD Lampung Uji Kelayakan Pelabuhan Bakauheni Jelang Mudik Lebaran 2026

byDenny ZY
14/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Lampung merilis hasil pemeriksaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di...

Pengawalan Pemudik Bakauheni

Polda Lampung Siapkan Pengawalan Estafet Pemudik Motor dari Bakauheni

byDenny ZY
14/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menyiagakan personel khusus untuk memberikan pengawalan bagi para pemudik roda dua yang...

Berita Terbaru

Warga Lampung Tengah Antusias Ikuti Sosialisasi Kerja SGC, Penghasilan Hingga Rp3,6 Juta
Ekonomi dan Bisnis

SGC Tawarkan Peluang Kerja Tebang Ikat Harian, Warga Bandar Mataram Langsung Antusias

bySri Agustina
14/03/2026

Gunungsugih (Lampost.co)--Sugar Group Companies (SGC) membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui program tebang ikat harian. Sosialisasi program tersebut mendapat sambutan...

Read moreDetails
SPM Pelabuhan Bakauheni

BPTD Lampung Uji Kelayakan Pelabuhan Bakauheni Jelang Mudik Lebaran 2026

14/03/2026
Pengawalan Pemudik Bakauheni

Polda Lampung Siapkan Pengawalan Estafet Pemudik Motor dari Bakauheni

14/03/2026
Posko Mudik Lampung 2026

BPJN Lampung Siagakan 12 Posko Lebaran 2026 di Sepanjang Jalan Nasional

14/03/2026
Penyerang Villarreal, Nicolas Pepe (19)

Gol Dramatis Nicolas Pepe Selamatkan Villarreal

14/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.