• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Jumat, 30/01/2026 03:50
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Ini 6 Cara Mengonsumsi Gula yang Aman untuk Anak

Hindari pangan kemasan yang jelas-jelas tertulis mengandung gula tinggi.

Ricky MarlyMedcomAntaranewsbyRicky Marly,Medcomand1 others
25/05/24 - 06:43
in Kesehatan
A A
Ini 6 Cara Mengonsumsi Gula yang Aman untuk Anak

(dok. pixabay.com)

Jakarta (Lampost.co) — Kasus diabetes pada anak meningkat hingga 70 kali lipat sejak 2010 menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Peningkatkan ini dugaannya karena aktivitas anak yang kini bergantung pada penggunaan gadget. Sehingga tidak ada aktivitas fisik atau olahraga.

Di samping itu, ada faktor pemicu umum lainnya seperti konsumsi makanan dan minuman manis atau gula. Sementara itu belum ada kebijakan dari pemerintah yang membatasi konsumsi gula pada anak.

Melihat data di atas, Pakar Gizi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr dr. Tan Shot Yen membagikan beberapa kiat bagi orang tua. Sehingga anak bisa tetap aman saat mengonsumsi gula. Berikut di antaranya:

 

1. Mengenal cita rasa manis dari gula

Menurutnya langkah pertama yang bisa orang tua lakukan agar anak bisa mengenal cita rasa manis dari gula yang aman, ialah dengan membiasakan konsumsi pangan dari sumbernya secara langsung.

“Tentu yang baik untuk mengonsumsi gula secara aman itu yang berasal langsung dari sumber aslinya, seperti beras, umbi-umbian, jagung, sagu, sayur-sayuran dan buah,” katanya melansir Antara.

 

2. Jangan menambahkan gula tambahan

Orang tua agar sebisa mungkin tidak menambahkan gula tambahan yang telah diolah atau gula rafinasi seperti gula pasir atau pemanis buatan.

Cara mengonsumsi gula secara aman bagi anak juga dengan cara orang tua memahami label pangan dalam pangan kemasan. Tentunya hindari pangan kemasan yang jelas-jelas tertulis mengandung gula tinggi.

 

3. Melek istilah dari gula

Dokter Tan dalam paparannya juga mengingatkan dalam mengecek label pangan orang tua harus mengenal istilah dari gula-gula yang tersembunyi dalam komposisi yang ditulis.

Ia mengatakan salah satu ciri dari kandungan gula tersembunyi itu biasanya berakhiran “-ol” seperti sorbitol, manitol, dan xylitol.

Selain itu biasanya kandungan gula tambahan pada pangan kemasan juga muncul dengan embel-embel perisa atau sirup yang tentunya produk itu juga buatan pabrik contohnya seperti sirup jagung.

 

4. Hindari anak dari kecanduan gula tambahan

Tak cuma membagikan cara aman mengonsumsi gula bagi anak, pendiri Dr Tan & Remanlay Institute itu juga membagikan kiat bagi orang tua menangani anak yang telah mengalami kecanduan gula.

“Cara yang paling mudah mengatasi kecanduan gula tambahan ya buat kecanduan baru, namun dengan cara yang lebih sehat,” katanya.

Bagi orang tua yang harus menghadapi anak yang telah kecanduan gula tambahan seperti sirup dan kental manis, ada baiknya mulai mengganti produk tersebut dengan sumber pangan yang memiliki gula alami.

 

5. Membuat camilan sendiri

Orang tua juga bisa mengajak anaknya membuat langsung camilan dari nol dan tidak lagi membiasakan anak mengonsumsi camilan kemasan yang tentunya mengandung banyak gula.

 

6. Komitmen

Terakhir, dr. Tan berpesan untuk mengatasi kecanduan gula pada anak membutuhkan komitmen kuat dari orang tua dan lingkungan untuk melakukan hal serupa.

Apabila orang tua masih memiliki keterikatan pada produk yang mengandung gula berlebih, maka orang tua harus bisa merelakan kebiasaannya tersebut dan menjadi contoh bagi sang buah hati. Sehingga lambat laun anaknya tak lagi bergantung pada gula.

Tags: ANAKGulaorang tua
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini virus Nipah belum terdeteksi di Indonesia.

Wamenkes Pastikan Virus Nipah Belum Masuk Indonesia

byNur
29/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini virus Nipah belum terdeteksi di Indonesia. Kepastian tersebut yang menyampaikan Wakil Menteri...

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran lebih luas virus Nipah

WHO Buka Suara soal Wabah Nipah di India, Ini Risiko Penyebarannya

byNur
28/01/2026

Jakarta (Lampost.co)--- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran lebih luas virus Nipah dari klaster kasus terbaru di India masih...

Bocah 2 Tahun di Inggris Kehilangan Penglihatan Akibat Virus Herpes.Dok

Bocah 2 Tahun di Inggris Kehilangan Penglihatan Gegara Dicium Sembarangan

byNur
22/01/2026

Inggris (Lampost.co)--– Sebuah kisah memilukan datang dari Inggris, ketika seorang bocah laki-laki berusia dua tahun harus kehilangan penglihatan pada salah...

Berita Terbaru

Penghargaan Ombudsman Jadikan Pelayanan Publik Nyata Dirasakan Masyarakat
Lampung

Penghargaan Ombudsman Jadikan Pelayanan Publik Nyata Dirasakan Masyarakat

byRicky Marlyand1 others
29/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat Kebijakan Publik, Dedy Hermawan, menilai penghargaan opini tertinggi yang diraih Pemprov Lampung dari Ombudsman RI...

Read moreDetails
Ketua Eksekutif Kota LMND Bandar Lampung, Marco Fadhillah.

LMND Bandar Lampung Dukung SMA Siger Jadi Solusi Tekan Angka Putus Sekolah 2026

29/01/2026
BKSDA Dorong Pemberdayaan Warga Penyangga Kawasan Konservasi Lampung

BKSDA Dorong Pemberdayaan Warga Penyangga Kawasan Konservasi Lampung

29/01/2026
BKSDA Nilai Lampung Perlu UPT Khusus untuk Kawasan Konservasi

BKSDA Nilai Lampung Perlu UPT Khusus untuk Kawasan Konservasi

29/01/2026
Pemprov Lampung Dorong Pembentukan UPT Khusus untuk Perkuat Konservasi

Pemprov Lampung Dorong Pembentukan UPT Khusus untuk Perkuat Konservasi

29/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.