Bandar Lampung (Lampost.co)– Harian Umum Lampung Post bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemerintah Provinsi Lampung, dan Pemerintah Kota Metro bakal menyelenggarakan seminar nasional dan talkshow pengelolaan bank sampah, Sabtu, 20 Juli 2024.
Agenda yang bakal berlangsung di Wisma Haji Al-Khairiyah, Kota Metro ini mengusung tema ‘Sinergi Memperkuat Pengurangan Sampah Melalui Bank Sampah’.
Person in Charge (PIC) Kegiatan Seminar, Wiji Sukamto, mengatakan kegiatan ini berangkat dari latar belakang persoalan sampah yang menjadi isu krusial untuk segera di tangani.
Sampah di Bandar Lampung Hanya Terolah 10 Persen
“Persoalan sampah masih terjadi secara nasional, termasuk di Lampung. Meningkatnya volume sampah setiap tahunnya menjadi ancaman bagi kelestarian lingkungan,” ujarnya, Kamis, 18 Juli 2024.
Salah satu upaya penanganan sampah adalah pengaplikasian bank sampah dalam kehidupan sehari-hari.
Bank sampah merupakan sarana pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang efektif mengurangi volume dan meningkatkan nilai ekonomis sampah.
“Bank sampah ini berperan dalam mengelola sampah anorganik dan organik menjadi barang bernilai yang nantinya akan berdampak lebih baik bagi masyarakat,” ungkapnya.
Perkembangan bank sampah di Lampung menunjukkan tren positif dengan berkembangnya ratusan bank sampah yang tersebar di berbagai daerah.
Namun, perlukan sinergi lintas pihak yang kuat untuk mengoptimalkan peran bank sampah dalam mencapai target pengurangan sampah.
Pakar Nasional
Seminar ini akan menghadirkan sejumlah pakar dan tokoh daerah maupun nasional.
Seperti Penjabat Gubernur Lampung, Wali Kota Metro, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dirjen PSLB3 KLHK RI, Direktur Pengurangan Sampah KLHK. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Rektor Itera, dan Direktur PACS CCEP Indonesia.
“Akan hadir juga dalam seminar ini kepala daerah di kabupaten/kota di Lampung. Kepala DLH kabupaten/kota, peserta pengelola bank sampah, penggerak lingkungan, dan anggota PKK,” tuturnya.
Ia berharap seminar nasional ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengurangan sampah melalui bank sampah.
Serta mendorong replikasi dan pengembangan bank sampah di seluruh wilayah Lampung.
“Juga untuk memperkuat komitmen dan peran aktif produsen dan pelaku usaha dalam implementasi circular economy dan bisnis hijau,” pungkasnya.








