Singkawang (Lampost.co)—Astra melalui program Desa Sejahtera Astra terus memperkuat aktivitas membatik sebagai sumber penghidupan masyarakat desa. Penguatan dilakukan melalui pendekatan berbasis komunitas dan sistem produksi yang berkelanjutan di Desa Sejahtera Astra Singkawang, Kalimantan Barat.
Di Singkawang, keterampilan membatik telah tumbuh dan masyarakat jalankan sebagai bagian dari ekonomi lokal. Aktivitas ini menjadi salah satu sumber pendapatan warga. Namun, agar manfaatnya lebih luas, butuh pengelolaan yang lebih terstruktur.
Sejak 2021, Astra hadir mendampingi masyarakat melalui program Desa Sejahtera Astra. Pendampingan fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Selain itu, Astra juga membantu membangun sistem produksi yang mandiri berbasis potensi lokal.
Baca juga: Astra Perkuat Pemberdayaan Desa lewat Empat Pilar Kontribusi Sosial Sepanjang 2025
Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, menegaskan tujuan utama program ini. Menurutnya, pendampingan tersebut untuk membangun kapasitas masyarakat. Pengelolaan sistem kerja dan produksi pun secara bersama agar lebih efektif dan berkelanjutan.
“Harapannya pendampingan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Inisiatif ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa,” ujar Djony.
Pengembangan batik di Singkawang tidak lepas dari peran penggerak desa, Priska Yeniriatno. Ia berangkat dari pengalaman membangun usaha batik secara mandiri. Priska kemudian mendorong penguatan sumber daya manusia di desa.
Priska menekankan pentingnya transfer pengetahuan. Keterampilan membatik tidak hanya berhenti pada individu. Keahlian tersebut harus bisa masyarakat replikasi dan kelola bersama.

Baca juga: Astra Dukung Jaga Warisan Karst Rammang-Rammang, Wujudkan Desa Wisata Berkelanjutan
Hingga kini, kegiatan membatik memberikan dampak positif. Aktivitas produksi masyarakat meningkat hingga 50 persen. Peluang penghidupan yang lebih berkelanjutan pun makin terbuka.
“Dampak paling terasa adalah konsistensi warga untuk tetap produktif. Kini, sebagian sudah membuka workshop sendiri dan berbagi pengetahuan batik kepada pihak luar,” ujar Priska.
Saat ini, lebih dari 240 pelaku batik terlibat program ini. Mereka tergabung dalam 18 kelompok produksi aktif. Workshop mandiri dan kegiatan edukasi membatik juga terus berkembang di lingkungan sekitar.
Kisah perjalanan Priska Yeniriatno dalam menggerakkan perubahan di Singkawang dapat disaksikan melalui kanal YouTube SATU Indonesia. Program ini menjadi contoh penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Semangat Astra melalui Desa Sejahtera Astra sejalan dengan dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Astra terus berkomitmen hadir dan tumbuh bersama masyarakat Indonesia.








