Perwakilan Dinas Perhubungan, Tommy, menyampaikan bahwa lonjakan jumlah kendaraan menjadi tantangan serius yang harus mengantisipasi melalui penguatan transportasi publik modern.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Pengembangan Smart BRT Institut Teknologi Sumatera tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi pembayaran berbasis teknologi. Tetapi juga mendorong terciptanya sistem transportasi publik yang aman, nyaman, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan.
Dalam berdiskusi bersama Bank Indonesia dan Dinas Perhubungan, berbagai pihak menyoroti pentingnya transformasi layanan transportasi umum. Berbasis teknologi di tengah meningkatnya volume kendaraan di wilayah perkotaan.
Perwakilan Dinas Perhubungan, Tommy, menyampaikan bahwa lonjakan jumlah kendaraan menjadi tantangan serius yang harus mengantisipasi melalui penguatan transportasi publik modern.
Menurutnya, pengembangan layanan transportasi berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor menjadi solusi penting untuk menciptakan mobilitas masyarakat yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Melalui inovasi Smart BRT, Itera kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi teknologi yang aktif menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Sistem yang dikembangkan tidak hanya mengintegrasikan pembayaran digital, tetapi juga diarahkan untuk mendukung konektivitas layanan publik yang lebih terintegrasi.
Kolaborasi antara Itera, Bank Indonesia, dan Dinas Perhubungan diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem transportasi publik yang lebih digital, inklusif, dan modern di Provinsi Lampung.
Upaya tersebut sekaligus mendukung pengembangan konsep smart city yang kini mulai menjadi fokus pembangunan daerah.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update