Hasil buruk di markas sendiri ini membuat posisi AC Milan di zona Liga Champions berada di ujung tanduk.
Milano (Lampost.co)–Awan mendung menyelimuti Stadion San Siro saat raksasa Italia, AC Milan, harus menelan pil pahit dalam laga krusial perebutan tiket Eropa. Menjamu Atalanta pada pekan ke-36 Serie A 2025/2026, Senin (11/5/2026) dini hari WIB, skuad berjuluk Rossoneri tersebut tumbang dengan skor tipis 2-3. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Milan untuk mengamankan posisi di empat besar klasemen akhir.
Hasil buruk di markas sendiri ini membuat posisi AC Milan di zona Liga Champions berada di ujung tanduk. Tim asuhan Massimiliano Allegri tersebut kini tertahan di peringkat keempat dengan koleksi 67 poin, hanya unggul selisih gol dari AS Roma yang terus mengintai di posisi kelima.
Sejak peluit awal berbunyi, Atalanta tampil sangat agresif dan tidak menunjukkan rasa gentar bermain di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah. Tekanan tinggi yang tim tamu terapkan langsung membuahkan hasil pada menit ke-7. Gelandang Ederson sukses menggetarkan jala gawang Mike Maignan setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan Milan.
Keunggulan cepat tersebut membuat kepercayaan diri tim tamu meningkat drastis. Pada menit ke-29, Davide Zappacosta menggandakan keunggulan Atalanta menjadi 2-0 lewat tembakan terukur yang gagal kiper Milan antisipasi. Milan yang mengandalkan Rafael Leao di lini depan tampak kesulitan menembus organisasi pertahanan lawan yang dipimpin Isak Hien.
Memasuki paruh kedua, penderitaan Milan makin bertambah. Pada menit ke-51, Giacomo Raspadori mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membawa Atalanta unggul telak 3-0. Skor mencolok ini sempat membuat publik San Siro terdiam dan sebagian pendukung mulai menunjukkan rasa frustrasinya.
Meskipun Allegri mencoba melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Christopher Nkunku dan Niclas Fullkrug, Milan baru bisa merespons di penghujung laga. Bek Strahinja Pavlović mencetak gol pada menit ke-88 untuk memperkecil ketinggalan menjadi 1-3.
Drama memuncak pada masa injury time (90+4′) ketika Milan mendapatkan hadiah penalti. Christopher Nkunku yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugas dengan baik.
Namun, gol tersebut menjadi aksi terakhir di laga ini karena wasit segera meniup peluit panjang sesaat setelah bola kembali ke tengah lapangan. Kebangkitan Milan datang terlalu terlambat untuk menyelamatkan satu poin pun.
Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Milan di fase krusial musim ini. Tekanan terhadap Massimiliano Allegri kini makin besar. Mengingat performa tim yang terus menurun di saat mereka sangat membutuhkan poin untuk finis di zona Liga Champions. Dengan hanya dua laga tersisa, satu kesalahan lagi bisa berakibat fatal bagi masa depan kompetisi elite mereka musim depan.
Di sisi lain, kemenangan heroik ini menjadi modal berharga bagi Atalanta untuk terus merangsek ke papan atas. Sekaligus mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan utama di Serie A musim ini.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update