Walau tablet bukan perangkat utama untuk fotografi, spesifikasi ini tetap cukup untuk video meeting, scanning dokumen, hingga kebutuhan konten ringa
Bandar Lampung (Lampost.co) — Pasar tablet premium kembali memanas setelah Huawei resmi memperkenalkan Huawei MatePad Pro Max untuk pasar global.
Namun kali ini bukan cuma soal spesifikasi tinggi.
Huawei justru mencoba mencuri perhatian lewat desain ekstrem: bodi ultra-tipis hanya 4,7mm yang bahkan lebih ramping dibanding iPad Pro terbaru.
Peluncuran tablet ini dilakukan dalam acara Now Is Your Spark di Bangkok, Thailand, dan langsung memancing perhatian karena Huawei terlihat semakin serius menantang dominasi tablet flagship premium.
Di atas kertas, MatePad Pro Max memang terlihat seperti tablet kelas atas biasa.
Tetapi ketika melihat dimensinya, perangkat ini terasa berbeda.
Dengan ketebalan hanya 4,7mm dan bobot sekitar 499 gram, Huawei mencoba membawa konsep tablet yang lebih ringan, tipis, namun tetap terasa seperti perangkat kerja profesional.
Pendekatan ini menarik karena tren tablet premium sekarang mulai bergeser.
Bukan lagi hanya soal performa tinggi, tetapi juga bagaimana perangkat terasa nyaman dipakai mobile sepanjang hari.
Huawei membekali MatePad Pro Max dengan layar flexible OLED PaperMatte 13,2 inci beresolusi 3K.
Refresh rate 144Hz membuat animasi dan navigasi terasa jauh lebih mulus, terutama untuk:
Huawei juga membawa teknologi PaperMatte yang diklaim mampu mengurangi pantulan cahaya pada layar.
Fitur ini cukup penting karena banyak pengguna tablet premium mulai memakai perangkat mereka di luar ruangan atau untuk kebutuhan kerja mobile.
Kecerahan layar bahkan disebut mencapai 1600 nits dengan dukungan 1440Hz PWM dimming untuk membantu kenyamanan mata.
Kalau melihat positioning produknya, MatePad Pro Max jelas diarahkan untuk bersaing langsung dengan Apple iPad Pro dan lini tablet premium lainnya.
Huawei tidak hanya menjual desain tipis, tetapi juga pengalaman produktivitas.
Tablet ini mendukung keyboard magnetik, stylus, hingga fitur multitasking yang dibuat mendekati pengalaman laptop ringan.
Strategi ini cukup menarik karena pasar tablet sekarang memang mulai bergerak ke arah “pengganti laptop”.
Meski bodinya sangat tipis, Huawei tetap membawa baterai besar 10.400mAh.
Ini jadi salah satu hal yang cukup mengejutkan karena perangkat ultra-tipis biasanya harus mengorbankan kapasitas daya.
Untuk kamera, Huawei menyematkan:
Walau tablet bukan perangkat utama untuk fotografi, spesifikasi ini tetap cukup untuk video meeting, scanning dokumen, hingga kebutuhan konten ringan.
MatePad Pro Max memperlihatkan bagaimana produsen teknologi mulai melihat tablet bukan lagi sekadar perangkat hiburan.
Tablet flagship sekarang diposisikan sebagai perangkat kerja fleksibel yang lebih ringan dibanding laptop, tetapi tetap powerful untuk kebutuhan kreatif dan produktivitas.
Dan lewat desain super tipis ini, Huawei tampaknya ingin menjadikan faktor portabilitas sebagai daya tarik utama.
Harga global dan jadwal distribusi internasional memang belum diumumkan sepenuhnya, tetapi MatePad Pro Max sudah mulai disebut sebagai salah satu tablet flagship paling ambisius di 2026.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update